Warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dibuat resah oleh matinya beberapa hewan ternak yang ada di daerahnya. Hewan ternak berupa kambing ini secara mistrius ditemukan mati di luar kandang dan ada bekas luka di tubuhnya Menurut laporan Camat Watulimo, Drs. Edy Soepriyanto peristiwa matinya hewan ternak ini terjadi sejak pertengahan bulan Agustus 2011 yang lalu, utamanya di 2 desa yaitu Desa Watulimo dan Gemaharjo. “Hingga sekarang, peristiwa ini masih terjadi dan telah menelan korban hewan ternak sekitar 50 ekor kambing”,ungkapnya.
Hal ini tentu saja menghebohkan masyarakat khususnya yang tinggal di Kecamatan Watulimo, bahkan sempat berhembus kabar yang tidak-tidak terkait dengan penyebab matinya hewan ternak ini. Ada yang mengatakan karena dimakan siluman dan semisalnya.
Menurut Kabag Humas Pemkab Trenggalek, Yoso Mihardi, SS, M.Si, menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Peternakan telah melakukan peninjauan ke lapangan. Berdasarkan peninjauan lapangan tersebut dapat diketahui bahwa bahwa pada umumnya kandang kambing yang mati terletak di kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan. Selain itu, dari luka yang terdapat pada bangkai kambing, besar kemungkinan disebabkan oleh binatang buas. Binatang buas ini turun gunung disinyalir karena kemarau panjang yang saat ini tengah melanda daerah-daerah di Indonesia, sehingga persediaan makanan air dan makanan di hutan menjadi berkurang. Selain itu, habitat hutan di wilayah Kecamatan Watulimo juga suidah banyak berubah.
Kepada warga Kecamatan Watulimo, utamanya yang memiliki ternak kambing, disarankan untuk memperkuat kandang ternak, sehingga sulit dimasuki binatang buas. Ternak yang kandangnya berdekatan dengan hutan untuk sementara dicarikan tempat yang lebih aman, yaitu yang mudah pengawasannya. Yang tidak kalah pentingnya adalah melaksanakan ronda atau siskamling. [#]