laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

17 September 2011

Pesta Kembang Api dan Pergelaran Wayang Kulit Akhiri Peringatan HUT RI ke-66 dan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-817

Bupati Trenggalek menyerahkan tokoh wayang arjuna kepada Ki Dalang Anom Suroto
Serangkaian peringatan HUT RI ke-66 dan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-817 yang diselenggerakan sejak Bulan Juni tahun 2011 yang lalu akhirnya mencapai puncaknya. Puncak peringatan dua event terbesar di Kabupaten Trenggalek ini ditandai dengan pesta kembang api dan pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan menampilkan dalang Ki Anom Suroto dari Surakarta pada Jumat malam 16 September 2011. Bupati dan Wakil Bupati,Ketua DPRD serta seluruh pejabat lingkup Pemerintah  Kabupaten Trenggalek beserta istri turut menyaksikan acara ini. Selain itu, tampak hadir pula tamu kehormatan dari kabupaten tetangga yaitu, Bupati Tulungagung, Ir. Heru Tjahjojo, MM.
Stadion Kelutan sebagai tempat digelarnya pesta kembang api dan pergelaran wayang kulit menjadi saksi betapa antusiasnya masyarakat Trenggalek dalam menyaksikan acara ini. Sejenak setelah matahari tenggelam, tampak ribuan masyarakat mulai berbondong-bondong memadati stadion. Tak peduli pria ataupun wanita, tua ataupun muda, bahkan anak-anak pun juga ikut serta menyaksikan event yang hanya digelar 1 tahun sekali ini. Tak heran ketika acara dimulai, tribun stadion terlihat penuh, begitu pula dengan lapangan rumput yang ada di dalam stadion. Bahkan beberapa masyarakat telah bersiap-siap dengan membawa tikar sendiri dari rumah. Jalan menuju stadion penuh sesak dengan manusia yang bergerak menuju stadion, sehingga diperlukan perjuangan untuk mencapai stadion, karena begitu banyaknya penonton.
Kembang Api yang sedang diabadikan masyarakat dengan kamera ponsel
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Trenggalek,  walaupun jumlahnya puluhan ribu berkumpul di stadion, namun tetap bisa menjaga ketertiban dan keamanan. Hal ini tentunya akan mempermudah tugas jajaran Polres Trenggalek. “Selain itu, dengan ketertiban dan kemananan yang terjaga kita akan dapat lebih menikmati dan meresapi inti dari lakon Wahyu Makutharama dalam pergelaran wayang kulit malam ini”,tutur Bupati. Secara singkat Bupati menjelaskan bahwa dalam lakon Wahyu Makutharama ini akan menguraikan watak pemimpin  yang disarikan dalam delapan  pedoman [hasta brata]. Menurut Bupati para pamong praja perlu memahami hasta brata ini, sehingga bisa menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Oleh karena itu Bupati minta para  pamong praja untuk  mengikuti pagelaran wayang ini hingga tuntas.
Usai menyerahkan tokoh wayang Arjuna kepada Ki Dalang Anom Suroto, Bupati beserta seluruh hadirin menyaksikan pesta kembang api yang berlangsung sekitar 10 menit tanpa henti. Dentuman demi dentuman kembang api memecah keheningan langit malam stadion. Disambut dengan tepuk tangan dan teriakan para penonton membuat suasana semakin meriah.
Penampilan Topan dan Gareng
Pergelaran wayang kulit juga terasa semakin meriah ketika bintang tamu yang dihadirkan, yaitu Topan, Gareng serta Wiwit mulai tampil di atas panggung. Dengan joke-joke segar dalam penyampaian nasehat yang diberikan, membuat para penonton tertawa dan kembali segar dalam menyaksikan pergelaran wayang kulit. Selain itu, masyarakat juga dihibur oleh bintang tamu lainnya, Sony Joss yang menyanyikan dua buah lagu campursari ciptaanya, yaitu Sri Minggat dan Sumi. [okt/ys]

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video