Memasuki tahun ketiga mengikuti Lomba Karya Penanggulangan Kemiskinan, akhirnya pada Tahun 2011 ini Kabupaten Trenggalek masuk nominasi penerima penghargaan Pro Poor Award Jatim 2011 bersaing dengan 6 kabupaten/kota lainnya. Bersama dengan 5 kabupaten/kota yaitu Kota Kediri, Kabupaten Pacitan, Kota Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo serta Kota Surabaya, Kabupaten Trenggalek masuk salah satu nominator untuk kategori pemerintahan kabupaten/kota.
Penghargaan Pro Poor Award Tahun 2011 sendiri akan memperebutkan 3 kategori yang terdiri dari pemerintahan kabupaten/kota, lembaga non pemerintahan, serta kategori perseorangan.
Untuk sampai pada tahap ini, menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Trenggalek, Imam Suprapato, SH, MM, Kabupaten Trenggalek telah melewati tahap penyeleksian dan bersaing ketat dengan seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Menurutnya, tahap penyeleksian dilakukan dengan mengirimkan buku profil tentang penanggulangan kemiskinan Kabupaten Trenggalek Tahun 2011 ke Bapemas Provinsi Jawa Timur.
Setelah lolos pada tahap penilaian administrasi, Kabupaten Trenggalek diundang untuk mempresentasikan buku profil tersebut dihadapan para Juri pada 24 Agustus 2011 lalu bertempat di Hotel Inna Simpang Surabaya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bapeda didampingi oleh Kepala Bapemas dan unsur DPRD terkait berkesempatan untuk mewakili Pemkab Trenggalek.
Selanjutnya untuk melengkapi penilaian, pada tahap ini para juri yang terdiri dari para civitas akademika serta beberapa unsur Pemerintahan Provinsi Jawa Timur melakukan penilaian langsung ke lapangan. Rombongan Juri yang terdiri dari sepuluh orang tersebut telah tiba di Kabupaten Trenggalek pada Senin, 12 September 2011 dan diterima secara resmi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Trenggalek, Ir. Yudy Sunarko, M.Si bersama Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek bertempat di Aula Bapemas Kabupaten Trenggalek.
Kepala Bapemas Kabupaten Trenggalek mengungkapkan bahwa para Juri akan meninjau langsung wilayah Dilem Wilis Kecamatan Bendungan. Alasan dipilihnya Dilem Wilis sebagai tempat peninjauan diantara lokasi lainnya, Imam Suprapto menjelaskan bahwa program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek banyak dilakukan di lokasi tersebut dan telah banyak menunjukkan hasil yang positif. Program yang telah dilakukan disana diantaranya pemberian hibah TTG (Teknologi Tepat Guna) serta pendistribusian Raskin. “ Dilem Wilis yang dahulu masih tergolong sebagai daerah merah sekarang sudah mulai terangkat kesejahteraannya, itulah yang menjadi salah satu indikator dipilihnya Dilem Wilis sebagai tempat yang dituju untuk penilaian” jelasnya. [ra & tg/ys]