![]() |
| Dari kiri: Ir. Sahid Martono, Prof. Dr. Imam Suprayogo, Bupati Trenggalek, dr. Subagyo |
Selain itu, turut hadir pula Ketua IKAT Malang Dr. Edi Susilo Tawiran, dosen Fakultas Perikanan Unibraw serta wakil ketua IKAT Malang Dr. Unti Ludigdo. Dari Ikat Surabaya juga menyempatkan diri untuk hadir, Drs. Sirmadji Wakil Ketua DPRD Jatim yang sekaligus menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim dan Ketua Ikat Surabaya Ir. Sahid Martono. Sedangkan dari Pemkab Trenggalek tampak hadir mendampingi Bupati, Asisten Pemerintahan Said Maksum, SH., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. I Gede Siama, M.Si., Kasatpol-PP Drs. Pariyo serta beberapa Kepala Bagian di Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek.
Acara halal bihalal diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Kutho Trenggalek” yang dinyanyikan oleh seluruh hadirin. Kemudian disambung dengan sambutan dari perwakilan IKAT Malang, dr. Subagyo. Dalam kesempatan ini, dr. Subagyo mengajak kepada seluruh hadirin untuk bersama-sama berjanji membangun Indonesia dengan titik awal membangun Kabupaten Trenggalek. dr. Subagyo juga meminta data-data awal dalam membangun Trenggalek yang nantinya akan disharing dengan sesama warga IKAT di seluruh nusantara.
![]() |
| Bupati Trenggalek ketika memberikan sambutan |
Bupati juga menyampaikan bahwa sebenarnya potensi yang ada di Trenggalek sangat luar biasa. Dari hasil perkebunan ada kakao, cengkeh, nilam dan lainnya. Sedangkan potensi susu sapi juga tidak kalah dengan daerah lain. Bahkan menurut Perusahaan Nestle, kualitas susu sapi yang ada di Kabupaten Trenggalek tidak kalah dengan yang ada di daerah Pujon. “Susu Kambing Ettawa juga mulai dikembangkan di wilayah Kecamatan Pule”,lanjut Bupati. Namun sayangnya semua potensi yang ada di Trenggalek kurang didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. “Kebanyakan warga Trenggalek yang pintar-pintar justru memilih migrasi ke luar kota”,tutur Bupati. Oleh karena itu, Bupati sangat mengharapkan dukungan ide dan pikiran khususnya dari IKAT dalam membangun Kabupaten Trenggalek.
Krisis kekeringan yang menyebabkan lahan pertanian menjadi berkurang juga menjadi perhatian dari Bupati Trenggalek. Untuk mengatasi hal ini, menurut Bupati, perlu untuk segera direalisasikan pembangunan Bendungan Nglinggis Kecamatan Tugu. “Alhamdulillah warga Trenggalek yang ada di Pemerintah Pusat seperti Wakil Menteri PU, Dr. Ir. Hermanto Dardak, M.Sc. dan Wakil Ketua DPR RI Drs. Priyo Budi Santoso sudah menyetujui terkait pembangunan bendungan ini. Rencananya pada tahun 2012 pembangunan bendungan akan mulai dikerjakan”,tutur Bupati. “Fungsi penting bendungan ini selain dapat mengairi persawahan seluas 120.000 ha juga dapat mengurangi resiko banjir yang melanda Kabupaten Trenggalek karena dapat menampung debit air sebanyak 50%”,lanjut Bupati.
Bupati juga meminta solusi kepada IKAT Malang terkait dengan masih minimnya minat Dokter Spesialis untuk mengabdi di Kabupaten Trenggalek. “Padahal Pemkab Trenggalek telah membuka lowongan 5 dokter spesialis serta telah menyiapkan masing-masing rumah dinas, namun tidak ada satupun yang mendaftarkan diri”,keluh Bupati.
Acara halal bihalal ditutup dengan penyampaian petuah/ular-ular oleh Prof. Dr. Imam Suprayogo. Dalam kesempatan ini, Imam Suprayogo menceritakan bahwa salah satu ahli ekonomi dari Trenggalek yaitu Prof. Dr. Bambang Subroto pernah diundang oleh Presiden Timur Leste untuk mengembangkan perekonomian yang ada di negaranya. “Jadi sudah sepantasnya kalau Bapak Bupati juga meminta bantuannya untuk mengembangkan perekonomian yang ada di Trenggalek”,ujarnya.
Bukannya menyampaikan tentang hikmah halal bihalal, Prof. Dr. Imam Suprayogo justru lebih fokus dalam menceritakan jalan hidupnya yang keras mulai dari kecil sebagai petani, penggembala kambing dan sebagainya yang identik dengan pekerjaan keras di desa. Dengan segala keterbatasan yang ada, justru menambah motivasinya untuk menjadi manusia yang sukses. Dan hal pertama yang dipilihnya adalah pindah ke Kota Malang. Saat ini, semuanya telah terwujud. Sebagai seorang rektor, dirinya memimpin tidak kurang dari 8000 mahasiswa, yang 96 orang diantaranya merupakan mahasiswa asing dari 13 negara. Selain itu, Imam Suprayogo juga pernah berbincang-bincang langsung dengan Raja Fath di Saudi Arabia dan Husni Mubarok saat masih menjabat Presiden Mesir. “Dengan jalan hidup yang telah saya tempuh ini, semoga dapat menjadi pembangkit motivasi pemuda-pemuda Trenggalek untuk lebih sukses”,tuturnya.
Imam Suprayogo juga mengibaratkan kepindahan warga asli Trenggalek sebagai hijrah yang suatu saat nanti juga harus kembali berkunjung ke Trenggalek. Seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad ketika berhijrah dari Makkah ke Madinah, namun sewaktu-waktu kembali ke Makkah untuk menunaikan Haji, Umrah dan sebagainya. “Oleh karena itu, warga-warga Trenggalek khususnya yang ada di Malang hendaknya sekali-sekali juga menengok kampung kelahirannya”,ungkapnya.
Senada dengan Bupati Trenggalek, Imam Suprayogo juga mengharapkan halal bihalal ini menjadi langkah awal dalam membangun Kabupaten Trenggalek. Sedangkan untuk tahun depan, Imam Suprayogo meminta pelaksanaan halal bihalal IKAT Malang dilaksanakan di Kampus yang dipimpinnya, yaitu di UIN Maulana Malik Ibrahim.[okt]

