Ribuan Warga Nahdlotul ‘Ulama (NU) Kabupaten Trenggalek hari Sabtu, 24 September 2011 mengikuti halal bihalal. Halal bihalal ini dipusatkan di Gedung NU Kabupaten Trenggalek yang berada di Jln. Panglima Soedirman 26. Saking banyaknya warga NU yang ada di Kabupaten Trenggalek, tak heran jika hampir di setiap sudut ruangan, baik itu di aula yang berada di lantai 3 sampai di halaman gedung dipenuhi oleh warga nahdhiyin. Hadir dalam acara ini anggota DPR RI dari PKB Prof. Dr. Ali Maschan Musa M.Si, Bupati serta jajaran Forpimda Kabupaten Trenggalek.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Wabup Trenggalek, Kholiq, SH. M.Si. mengucapkan terimakasih kepada segenap warga nahdhiyin yang menyempatkan hadir dan mensukseskan acara ini. Kholiq, SH. M.Si. juga meminta maaf karena pada awalnya Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj direncanakan akan turut hadir dalam acara ini, namun karena ada rapat dengan kementerian terkait di Kota Palembang sehingga tidak bisa hadir.
Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. dalam kesempatan ini meyampaikan kebanggaannya kepada warga NU. “Selama ini tidak pernah saya dengar ada warga Nahdlatul Ulama yang ikut kegiatan-kegiatan kekerasan maupun radikalisme”, tuturnya. Bupati juga meminta kepada semua hadirin untuk turut menjaga persatuan dan kesatuan demi mempertahankan keutuhan NKRI, karena “NKRI adalah harga mati”,lanjut Bupati.
Kepada Prof. Dr. Ali Maschan Musa M.Si, Bupati meminta untuk turut mendukung pembangunan Bendungan Ngilinggis Kecamatan Tugu yang saat ini tengah dibahas di Pemerintah Pusat. Bendungan ini memiliki arti penting bagi masyarakat Trenggalek. “Karena selain digunakan sebagai pengairan lahan pertanian juga dapat mencegah terjadinya banjir, bahkan dampaknya juga dapat dirasakan sampai ke Kabupaten Tulungagung yang merupakan tanah kelahiran Prof.Dr. Ali Maschan Musa M.Si”, ungkap Bupati.
Dalam ceramahnya, Prof. Dr. Ali Maschan Musa M.Si menegaskan bahwa ALLOH tidak akan mengampuni dosa hambanya selagi hamba tersebut masih mempunyai salah dengan orang lain dan belum saling memaafkan. “Inilah makna penting halal bihalal, karena dalam acara ini kita bisa saling memaafkan satu dengan yang lainnya”, ungkapnya. Selain itu, Prof. Dr. Ali Maschan Musa M.Si mengharapkan generasi muda NU semakin tangguh dalam menghadapi jaman yang semakin maju ini. [okt/dy]
