Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-66 tahun 2011, seperti tahun-tahun sebelumnya, Kecamatan Durenan menggelar Eksposisi bertempat di Lapangan Durenan. Eksposisi yang akan berlangsung selama 3 hari, tanggal 16 sampai dengan 18 September 2011 secara resmi telah dibuka oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT, Jum’at sore, 16 September 2011.
Menurut laporan Camat Durenan, Drs. Habib Sholehudin, eksposisi bertujuan untuk membangun semangat proklamasi, menggali sumber daya ekonomi dan memberikan hiburan kepada masyarakat. Peserta eksposisi sebanyak 32 stand, terdiri dari 14 stand desa, 3 stand SLTA, 3 stand SLTP, 3 stand Ormas dan 3 stand dealer sepeda motor. Sedangkan pengusaha/pedagang berjumlah 245 stand, terdiri dari 55 stand pedagang besar dan 190 stand pedagang kecil.
Menurut laporan Camat Durenan, Drs. Habib Sholehudin, eksposisi bertujuan untuk membangun semangat proklamasi, menggali sumber daya ekonomi dan memberikan hiburan kepada masyarakat. Peserta eksposisi sebanyak 32 stand, terdiri dari 14 stand desa, 3 stand SLTA, 3 stand SLTP, 3 stand Ormas dan 3 stand dealer sepeda motor. Sedangkan pengusaha/pedagang berjumlah 245 stand, terdiri dari 55 stand pedagang besar dan 190 stand pedagang kecil.
Lebih lanjut Camat Durenan menjelaskan bahwa dalam eksposisi ini, jenis barang yang dipamerkan atau diperdagangkan terdiri dari hasil bumi Durenan, hasil industri rumah tangga, makanan olahan, produk garmen, produk sepeda motor serta dokumentasi hasil pembangunan yang diraih selama tahun 2010 – 2011. Pedagang/pengusaha yang mengikuti eksposisi kali ini 20% berasal dari pedagang/pengusaha lokal, sedangkan 80% berasal dari luar Kecamatan Durenan. Untuk memeriahkan eksposisi, juga disediakan 2 panggung hiburan sebagai wadah unjuk kreatifitas siswa/siswi SD, SLTP, SLTA dan kelompok kesenian.
Bupati Trenggalek dalam kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan dan apresiasinya kepada Camat Durenan dan Panitia yang telah mampu melaksanakan eksposisi yang sebanding dengan eksposisi tingkat Kabupaten Trenggalek. “Oleh karena itu apa yang dilakukan Kecamatan Durenan perlu dicontoh Kecamatan lain” ungkap Bupati. Dengan kondisi ini Bupati semakin optimis bahwa ke depan Kecamatan Durenan akan berkembang sebagai kota dagang dan merupakan kota kedua setelah kota Trenggalek, karena posisinya cukup strategis. Oleh karena itu Bupati mendorong masing-masing elemen masyarakat Durenan meningkatkan kinerjanya, dengan kata lain, Durenan harus maju.Terkait dengan puncak peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-817, Bupati menyampaikan bahwa pada Jum’at malam, tanggal 16 September di Stadion Kelutan akan digelar Pesta Kembang Api dan Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Anom Suroto dari Surakarta yang akan menggelar cerita Wahyu Makutharama. Karena itu Bupati menghimbau masyarakat Durenan untuk menyaksikan acara yang menarik tersebut.
Hadir dalam acara pembukaan eksposisi ini Sekretaris Daerah, Ir. Cipto Wiyono, M.Si, Ny. Penny Mulyadi, Ny. Hanik Kholiq serta para Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek. Pembukaan eksposisi ditandai dengan pelepasan balon dan pengguntingan pita oleh Bupati dan Ny. Penny Mulyadi dan diteruskan peninjauan ke seluruh stand pameran. [ys]
