Di sela-sela pelaksanaan Mlaku Bareng di Kecamatan Gandusari, Sabtu 24 September 2011, Bupati Trenggalek didampingi oleh Ketua DPRD S. Akbar Abbas, Dandim 0806 Letkol CZI. Hari Pahlawantoro serta Wabup Kholiq, SH. M.Si. menyempatkan diri untuk meresmikan Balai Penyuluh Kecamatan (BPK) Gandusari yang berada di Desa Widoro.
Dalam laporannya, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bapelluh) Kabupaten Trenggalek, Ir. Eko Wahyu Widodo, M.MA. menyampaikan bahwa BPK di Kecamatan Gandusari dibangun pada tahun 2010 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian. Selain itu, BPK Gandusari merupakan BPK keempat yang dibangun menggunakan DAK, setelah BPK Watulimo, Trenggalek dan Pogalan. “Pada tahun 2011 ini juga sedang dibangun BPK di Kecamatan Munjungan”,lanjutnya.
Eko Wahyu Widodo juga menyampaikan bahwa pada tahun 2011 ini Desa Widoro akan dijadikan desa percontohan penghijauan yang berkelanjutan, tepatnya di sekitar jalan menuju Dusun Banyon. Oleh karena itu telah disediakan 1000 bibit pohon langka, seperti: matoa, damar, alpukat dan sejenisnya yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Trenggalek kepada masyarakat Desa Widoro. Selain itu, masih dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan kendaraan operasional secara simbolis kepada para Penyuluh Kehutanan. Kendaraan operasional berupa sepeda motor yang berjumlah 3 buah ini didapatkan langsung dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. mengharapkan bahwa peresmian ini tidak dijadikan moment yang terpenting. “Point yang lebih penting justru usai peresmian, yaitu peran penyuluh menjadi lebih aktif serta perbaikan pelayanan kepada masyarakat”, tutur Bupati.
Terkait dengan bibit tanaman langka yang rencananya akan ditanam di wilayah Desa Widoro, Bupati mempertanyakan apakah telah tepat jika ditanam sekarang, mengingat sekarang merupakan musim kemarau sehingga sulit mendapatkan air . Sehingga jika ditanam sekarang, Bupati khawatir tanaman langka tersebut tidak akan tumbuh namun justru mati. Oleh karena itu, Bupati mengusulkan agar untuk saat ini, bibit-bibit langka tersebut disimpan dan dirawat terlebih dahulu dan ditanam ketika musim penghujan telah datang.
Sedangkan terkait sepeda motor yang diberikan kepada para Penyuluh Kehutanan, Bupati mengharapkan untuk benar-benar diprioritaskan dalam melakukan tugas kedinasan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati juga mensosialisasikan gemar makan ikan kepada seluruh hadirin. Menurut Bupati, produksi ikan di Kabupaten Trenggalek cukup melimpah, namun sayanganya justru banyak dijual di luar kota dan jarang dikonsumsi oleh masyarakat Trenggalek sendiri. Oleh karena itu, Bupati mengharapkan kepada para penyuluh perikanan untuk tidak hanya mensosialisasikan bagaimana cara mengembangkan produksi ikan, namun juga diimbangi dengan sosialisasi manfaat makan ikan.
Bupati Trenggalek juga mendorong para penyuluh baik di bidang pertanian maupun peternakan untuk senantiasa melakukan penelitian-penelitian baru. “Dengan diadakannya penelitian-penelitian, diharapkan muncul spesies baru yang lebih bagus dan berkualitas”, harap Bupati. Peresmian ini ditandai secara resmi dengan pemotongan pita oleh Bupati Trenggalek. [tim]
