Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT meminta agar Seni Jaranan Turangga Yaksa dipatenkan menjadi seni budaya Trenggalek . Hal ini disampaikan saat membuka Festival Jaranan Turangga Yaksa Tahun 2011. Festival Turangga Yaksa merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-817 yang pada tahun ini diselenggarakan di halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek. Festifal ini akan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 13 September 2011. Hadir dalam pembukaan Festival tersebut Ketua DPRD, S. Akbar Abas, SE, MM, anggota Forpimda dan Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
“Saya kuatir kalau tidak kita patenkan, nasibnya akan seperti Reog Ponorogo yang diadopsi oleh Malaysia” ucap pemimpin nomor satu di Kabupaten Trenggalek ini. Selain Festival Jaranan Turangga Yaksa juga akan dilaksanakan Kirab Pusaka dan Pagelaran Wayang Kulit. Bupati mengajak masyarakat Trenggalek untuk ikut menyaksikan dan memeriahkan peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-817. Dengan peringatan hari jadi ke-817 ini semoga trenggalek akan semakin dewasa dan begitu pula para pejabatnya.
Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan kepada masyarakat bahwa Alun-Alun masih dalam proses pembangunan, sehingga tidak bisa digunakan untuk acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek tahun ini. Kedepan Alun-alun akan dijadikan taman, taman tidak harus identik dengan tanaman namun bisa juga taman rekreasi, taman budaya, taman bermain dan lain sebagainya. Oleh karena itu Alun-alun akan dijadikan taman rekreasi yang rencananya akan dibangun lapangan bola voli, bola basket, jogging track.
Semua fasilitas yang dibangun bisa digunakan oleh masyarakat Trenggalek, “Semua ini adalah milik Negara, harap masyarakat menggunakan sebaik-baiknya” tambah Bupati. Bupati juga berpesan supaya rakyat juga menjaga sebaik-baiknya fasilitas tersebut. Sebelum mengakhiri sambutannya Bupati menyampaikan selamat menikmati hiburan Jaranan Turangga Yaksa, ini merupakan hiburan rakyat. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati yang didampingi oleh Ketua DPRD dan anggota Forpimda.
Festival Jaranan Turangga Yakso pada tahun 2011 diikuti oleh 20 peserta group kesenian dari Kabupaten Trenggalek. Pada hari pertama telah ditampilkan 5 peserta, untuk hari kedua dan ketiga masing-masing 9 peserta dan 5 peserta. Setiap tampilan akan di nilai oleh 2 pengamat dari tingkat provinsi dan 1 pengamat dari tingkat lokal. Festival ini akan mengambil 5 pemenang non peringkat, 3 dari kesenian turangga yakso dan 2 untuk kesenian lainnya yang akan memperoleh hadiah berupa Piagam dan uang pembinaan. Setiap peserta Festival ini akan mendapatkan uang transportasi. Selain jaranan turangga yaksa, Peserta bisa menampilkan Jaranan Senterewe, Pegon, Dor dan Dadak Merak. [dy/okt]

