Masih dalam suasana lebaran, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bapelluh) Kabupaten Trenggalek menggelar halal bihalal antara seluruh pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan para penyuluh dengan Bupati Trenggalek. Acara yang dilaksanakan pada hari Kamis, 08 September 2011 di Pendopo Agung Kabupaten Trenggalek ini juga dikemas dalam bentuk apresiasi terhadap PNPM-Mandiri PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan) dari Pemerintah Pusat.
Dalam laporannya, Kepala Bapelluh Ir. Eko Wahyu Widodo, MMA. menyampaikan bahwa acara ini diikuti oleh 331 peserta, yang terdiri dari perwakilan pengurus Gapoktan sebanyak 148 orang dan para penyuluh yang berjumah 183 orang. Dilaporkan pula, bahwa sejak dimulainya program PUAP di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2008 silam, sebanyak 148 desa melalui Gapoktan telah mendapatkan dana masing-masing sebesar 100 juta, rinciannya: 41 Gapoktan mendapatkan dana pada tahun 2008, 62 Gapoktan pada tahun 2009, Tahun 2010 sebanyak 28 Gapoktan dan Tahun 2011 sejumlah 17 Gapoktan. “Tinggal 9 desa saja yang belum bergabung dalam program PUAP”,tuturnya.
Berdasarkan hasil evaluasi dari Bapelluh, dana yang diterima oleh 41 Gapoktan pada tahun 2008 yang berjumlah 4,1 M, saat ini telah bertambah sebanyak 993 juta atau 24,23 %. Sedangkan dana pada tahun 2009 sebesar 6,2 M telah bertambah 898 juta atau 14,49%. “Sedangkan untuk Gapoktan terbaik yang mampu melakukan penambahan modal tertinggi adalah Gapoktan Ngudimulyo Desa Karanganyar Kecamatan Pule yang saat ini berjumlah Rp 150.827.798”, tutur Kepala Bapelluh disambut dengan tepuk tangan para hadirin.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. sangat mendukung pelaksanaan program PUAP. “Program ini manfaatnya dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti program bantuan stimulan dan dana infrastruktur pedesaan yang diprogramkan oleh Pemkab Trenggalek”,tuturnya. Bupati mengharapkan kepada semua hadirin baik para penyuluh maupun pengurus Gapoktan untuk benar-benar mensukseskan program PUAP. Sama dengan Pemkab Trenggalek, Pemerintah Pusat juga akan mengadakan evalusi terhadap pelaksanaan Program PUAP. Jika pelaksanaannya dianggap kurang berhasil, maka pada tahun-tahun berikutnya program ini akan dihentikan. “Oleh karena itu, terus atau tidaknya program ini tergantung pada bapak ibu sekalian”,kata Bupati.
Pada kesempatan ini pula, Bupati juga memberikan masukan kepada Bapelluh untuk membuat peringkat/ranking terhadap pelaksanaan Program PUAP oleh masing-masing Gapoktan. “Sebagai penghargaan, bagi Gapoktan terbaik dapat diberikan semacam renumerasi atau program tambahan”,ujar Bupati. Sedangkan bagi Gapoktan yang pelaksanaannya programnya kurang baik, hendaknya selalu belajar dan meminta bimbingan dari Gapoktan-Gapoktan yang lebih bagus. Selain itu, Bupati juga mengingatkan kepada semua Pengurus Gapoktan untuk membuat laporan administrasi dengan benar dan teliti. “Jangan sampai ada kesalahan dalam laporan administrasi yang nantinya dapat beakibat fatal”,pungkas Bupati.[okt]