Festival bedug, sholawat dan qoshidah rebana kreasi yang diselenggarakan di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek sejak 1 Agustus 2011 yang lalu telah ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, S.H.,M.Si. pada Rabu 10 Agustus 2011.
Dalam kesempatan itu, ketua panitia Ir. Rifana dalam laporannya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek karena telah memberikan dukungan penuh pada festival yang diselenggarakan untuk mengisi kegiatan pada bulan suci Ramadhan pada tahun ini. “Kami berharap untuk tahun-tahun yang mendatang kegiatan semacam ini tetap di backup oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek” ucap Ir. Rifana. “Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta festifal serta memacu n kreasi ipara seniman dan seniwati di Kabupaten Trenggalek”, imbuhnya.
Sebelum memberikan sambuatan penutupan, Wakil Bupati menyerahkan piagam, thropi dan uang pembinaan kepada para pemenang berdasarkan hasil pengamatan dewan pengamat yang terbagi menjadi beberapa katagori. Yaitu kategori seni sholawat non elektrik, qosihdah rebana kreasi, kategori anak-anak, penilaian khusus dalam koreografi (rodat) dan kategori lomba seni tabuh bedhug.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi kegiatan ini karena telah terselenggara dengan sukses dan lancar. Tabuh bedug,sholawat, qoshidah cukup popular dan dikenal dalam masyarakat Trenggalek yang mayoritas beragama Islam. Selain itu pada umumnya bedug dijadikan tanda dimulainya ibadah sholat dalam masyarakat Islam yang sekarang jarang dibunyikan. “Tapi Ini merupakan seni budaya yang patut dipertahankan, karena merupakan seni nuansa Islami” ucap Wakil Bupati. Mungkin ke depan perlu lebih ditingkatkan kualitas kreasi serta memadukan dengan alat-alat klasik dengan yang baru yang pada umumnya menggunakan alat music modern.
Selain itu Wakil Bupati juga berpesan bahwa seni budaya ini bisa mengimbagi seni budaya dari luar yang kurang pas dengan budaya Indonesia terutama yang kurang Islami. “Saya berharap ke depan bisa ditingkatkan kualitasnya dengan pelatihan dan lain sebagainya”. Pemerintah Daerah juga memberikan perhatian terhadap seni budaya iIlami dalam wujud pemberian aggaran sosial keagamaan seni budaya. Penutupan festifal ini diakhiri dengan penampilan para pemenang secara bergilir.
Dalam kesempatan itu, ketua panitia Ir. Rifana dalam laporannya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek karena telah memberikan dukungan penuh pada festival yang diselenggarakan untuk mengisi kegiatan pada bulan suci Ramadhan pada tahun ini. “Kami berharap untuk tahun-tahun yang mendatang kegiatan semacam ini tetap di backup oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek” ucap Ir. Rifana. “Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta festifal serta memacu n kreasi ipara seniman dan seniwati di Kabupaten Trenggalek”, imbuhnya.
Sebelum memberikan sambuatan penutupan, Wakil Bupati menyerahkan piagam, thropi dan uang pembinaan kepada para pemenang berdasarkan hasil pengamatan dewan pengamat yang terbagi menjadi beberapa katagori. Yaitu kategori seni sholawat non elektrik, qosihdah rebana kreasi, kategori anak-anak, penilaian khusus dalam koreografi (rodat) dan kategori lomba seni tabuh bedhug.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi kegiatan ini karena telah terselenggara dengan sukses dan lancar. Tabuh bedug,sholawat, qoshidah cukup popular dan dikenal dalam masyarakat Trenggalek yang mayoritas beragama Islam. Selain itu pada umumnya bedug dijadikan tanda dimulainya ibadah sholat dalam masyarakat Islam yang sekarang jarang dibunyikan. “Tapi Ini merupakan seni budaya yang patut dipertahankan, karena merupakan seni nuansa Islami” ucap Wakil Bupati. Mungkin ke depan perlu lebih ditingkatkan kualitas kreasi serta memadukan dengan alat-alat klasik dengan yang baru yang pada umumnya menggunakan alat music modern.
Selain itu Wakil Bupati juga berpesan bahwa seni budaya ini bisa mengimbagi seni budaya dari luar yang kurang pas dengan budaya Indonesia terutama yang kurang Islami. “Saya berharap ke depan bisa ditingkatkan kualitasnya dengan pelatihan dan lain sebagainya”. Pemerintah Daerah juga memberikan perhatian terhadap seni budaya iIlami dalam wujud pemberian aggaran sosial keagamaan seni budaya. Penutupan festifal ini diakhiri dengan penampilan para pemenang secara bergilir.
Adapun pemenangya adalah sebagai berikut :
Kategori seni sholawat non elektrik.
1. Riyadus Salam dari Desa Melis Kec. Gandusari
2. As Sauki dari Pondok Pesantren Raden Paku Kec. Trenggalek
3. PAS dari Desa Sambirejo Kec. Trenggalek
Kategori Qoshidah Rebana Kreasi
1. Zanada dari Kecamatan Durenan
Kategori Anak-Anak
1. Sifaul Qolbi dari Desa Ngares Kec. Trenggalek
Kategori Khusus Dalam Koreografi (rodat)
1. Group Pradana dari Pondok Pesantren Raden Paku Kec. Trenggalek
Kategori Lomba Seni Tabuh Bedug
1. Remaja Masjid Kel. Tamanan Kec. Trenggalek
2. Remaja Masjid Baiturrohman Desa Ngares Kec. Trenggalek
3. Group Liliput dari Desa Jati Kec. Karangan [tg]
