Selama Bulan Ramadhan 1432 Hijriah ini, Bupati bersama anggota Forum Pimpinan Daerah [Forpimda] serta para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah [SKPD] lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan melakukan Safari Ramadhan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Kecamatan pertama yang mendapatkan giliran untuk dikunjungi Bupati beserta rombongan adalah Kecamatan Gandusari pada hari Kamis, 4 Agustus 2011, tepatnya di Masjid Darusssalam RT 22 RW 07 Dusun Sampang Desa Wonorejo. Selain Bupati Trenggalek turut hadir pula dalam acara ini Wakil Bupati Kholiq SH. M.Si. beserta istri, jajaran Forpimda Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi istri Bupati Trenggalek, beserta beberapa Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek.
Dalam kesempatan ini, Camat Gandusari Surodjo, S.Sos. melaporkan beberapa hal terkait jalannya pemerintahan di Kecamatan Gandusari, diantaranya terkait dengan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Kecamatan Gandusari merupakan empat kecamatan tercepat dalam pelunasan PBB setelah Kecamatan Suruh, Karangan dan Panggul. Namun di antara 4 kecamatan ini, Kecamatan Gandusarilah yang menyumbangkan PBB paling besar, nilainya hampir 1 miliar rupiah”, ungkap Surodjo.
Camat yang telah mengabdi di Kecamatan Gandusari sejak tahun 2008 ini juga mengungkapkan alasan utama dipilihnya Masjid Darusssalam sebagai tempat safari karena untuk memenuhi aspirasi masyarakat setempat yang ingin bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung. Selain itu, Surodjo juga mengharapkan kepada Pemkab Trenggalek untuk turut membantu dalam pembangunan Masjid Darusssalam. “Mengingat pada tahun 2012 mendatang, masjid ini akan direnovasi dengan swadaya dari masyarakat”, lanjutnya.
Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa tujuan utama diadakannya Safari Ramadhan ini adalah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang ada di pelosok desa. Terkait dengan renovasi Masjid Darussalam, Bupati mengharapkan kepada takmir Masjid Darussalam untuk segera membuat proposal. “Dana untuk kegiatan keagamaan saat ini telah dianggarkan di Bagian Kesra Setda Kabupaten Trenggalek, namun harus dilengkapi dengan proposal pengajuan untuk mendapatkan bantuan”, kata Bupati.
Bupati juga tidak bosan-bosannya mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan yang ada di masyarakat. Di beberapa daerah, semangat persatuan dan kesatuan sudah mulai luntur. Bahkan ada insiden Bendera Merah Putih disobek akibat perkelahian yang disebabkan karena kalah main sepak bola. “Menurut saya, hal ini harus ditindak dengan tegas”, kata Bupati. Selain itu, Bupati juga mengharapkan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap faham-faham baru yang menyimpang dari agama Islam. “Para kaum muslimin harus kembali kepada ajaran Islam yang benar dengan bimbingan ulama-ulama yang terpecaya”,ajak Bupati. Selain itu, Bupati juga mengharapkan agar kerukunan antar umat beragama yang selama ini kondusif terus dipertahankan.
Masih dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan bantuan kepada Takmir Masjid Darussalam berupa uang Rp 1,5 juta, Al-Quran, dan karpet. [okt/ys]
