Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa ruas jalan di Kabupaten Trenggalek banyak yang mengalami kerusakan serta berlubang dan hal tersebut membahayakan pengguna jalan. Ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah adalah di Kecamatan Suruh, tepatnya di Desa Puru, berbatasan dengan Desa Sumberbening Kecamatan Dongko, tidak jauh dari lokasi antena repeater TVRI Jawa Timur. Bahkan beberapa hari yang lalu, masyarakat sekitar telah menanam pohon pisang untuk menandai jalan yang berlubang sekaligus sebagai wujud aspirasi agarkerusakan tersebut segera mendapatkan perhatian.
Menurut keterangan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Trenggalek, Ir. Mohammad Sholeh, MM. ketika diwawancarai kemarin, Selasa, 9 Agustus 2011 status jalan dari Trenggalek - Pacitan yang melewati Kecamatan Suruh merupakan Jalan Nasional.“Sehingga yang berwenang untuk memperbaiki adalah Pemerintah Pusat mauapun Pemerintah Provinsi”,ungkapnya.
Menurut keterangan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Trenggalek, Ir. Mohammad Sholeh, MM. ketika diwawancarai kemarin, Selasa, 9 Agustus 2011 status jalan dari Trenggalek - Pacitan yang melewati Kecamatan Suruh merupakan Jalan Nasional.“Sehingga yang berwenang untuk memperbaiki adalah Pemerintah Pusat mauapun Pemerintah Provinsi”,ungkapnya.
Namun Pemkab Trenggalek tidak tinggal diam dalam menyikapi hal ini. Melalui Dinas BMP, Pemkab Trenggalek telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaui Perwakilan Kementerian PU di Provinsi Jatim maupun Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Hasil dari koordinasi tersebut, diungkapkan oleh Kepala Dinas BMP, bahwa saat ini untuk untuk perbaikan yang sifatnya menyeluruh [pengaspalan kembali] di ruas jalan Kecamatan Suruh tersebut masih dalam proses lelang atau tender. Namun sambil menunggu proses lelang tersebut, sejak kemarin ( 9 Agustus) telah melakukan upaya tambal sulam (leveling) di ruas jalan yang berlubang. Walaupun sifatnya tidak permanen, dengan tambal sulam ini diharapkan kondisi jalan bisa lebih baik, tidak membahayakan pengguna jalan, sambil menunggu perbaikan yang tidak lama lagi. [okt/ys]