Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Trenggalek Tahun 2011 secara resmi telah dikukuhkan oleh Bupati Trenggalek pada hari Sabtu, 13 Agustus 2011. Upacara Pengukuhan yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Trenggalek ini terasa lebih khidmat karena dihadiri oleh orang tua dari anggota Paskibraka yang akan dikukuhkan. Selain itu tampak hadir pula dalam acara jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Wakil Bupati, serta seluruh Kepala Dinas Lingkup Pemkab Trenggalek.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Poraparibud) Drs. Catur Budi Prasetyo menyampaikan bahwa pelatihan paskibraka yang dilaksanakan selama 22 hari ini secara umum berjalan lancar. Pelatihan dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap pertama mulai tanggal 22-30 Juli 2011 dan tahap kedua mulai tanggal 7-19 Agustus 2011. “Hanya pada waktu awal puasa saja ada beberapa peserta yang sempat pingsan, namun seterusnya berjalan lancar”, tuturnya. Selain itu, dilaporkan pula bahwa peserta pelatihan yang pada awalnya direncanakan hanya untuk Kecamatan Kota dan sekitarnya, diubah sesuai dengan petunjuk Bupati Trenggalek bahwa setiap kecamatan harus ada perwakilannya. “Dalam komposisi Pasukan Paskibraka Tahun 2011 ini semua kecamatan sudah ada wakilnya”, lapor Kepala Dinas Porparibud.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung suksesnya pelatihan Paskibraka, terutama kepada bapak ibu orang tua anggota paskibraka. “Bapak Ibu adalah orang tua hebat yang mampu mengikhlaskan putra-putrinya untuk mengikuti pelatihan Paskibraka ini, saya sangat salut” ,tuturnya. Bupati juga mengungkapkan rasa bangganya kepada para anggota Paskibraka yang baru dikukuhkan. “Dulu waktu awal pelatihan, saya melihat sendiri bahwa barisnya masih kurang bagus, langkah tegapnya belum tegap, hormatnya masih kurang baik. Namun hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama, saat ini baris-berbarisnya sudah sangat bagus, luar biasa”,puji Bupati.
Alasan utama Bupati Trenggalek mengintruksikan Kepala Dinas Porparibud untuk menyertakan perwakilan dari seluruh kecamatan adalah karena Bupati memandang bahwa Pelatihan Paskibraka ini bukan hanya untuk pengibaran bendera pada tanggal 17 Agustus saja. Namun juga sebagai tempat pembentukan karakter bagi pemuda di Trenggalek. “Oleh karena itu, pemuda yang dibentuk karakternya bukan hanya di wilayah kota saja, namun juga harus pemuda di seluruh kecamatan”,kata Bupati.
Dalam pengibaran tanggal 17 Agustus nanti, Bupati berpesan kepada para anggota paskibraka untuk tenang dalam melaksanakan tugas. “Tanpa ketenangan, konsentrasi akan buyar sehingga sangat mungkin untuk terjadi kesalahan”,tutur Bupati. Persatuan dan persahabatan yang terjalin selama di asrama pelatihan, diharapkan juga terus terjalin antar anggota Paskibraka. Bahkan Bupati mengharapakan kalau bisa dibuat semacam forum sehingga hubungan antar anggota Paskibraka akan tetap terjaga. Dengan persatuan yang terjalin, walaupun hanya lingkup kecil, diharapkan dapat mempererat persatuan dan kesatuan khususnya di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Seperti tradisi pada tahun-tahun sebelumnya, Upacara Pengukuhan diawali dengan penghormatan secara pribadi kepada Bendera Merah Putih yang dibawa oleh petugas di hadapan masing-masing anggota Paskibraka yang akan dikukuhkan. Diiringi dengan lagu kebangsaan Padamu Negeri, para anggota paskibraka tidak hanya menghormati saja namun juga mencium Bendera Kebangsaannya itu. Selanjutnya, sebagai tanda pengukuhan disematkannya “Pandu Ibu Pertiwi Ber-Pancasila” oleh Bupati Trenggalek kepada perwakilan dan diikuti oleh seluruh anggota paskibraka yang disematkan oleh orang tua masing-masing. [okt]
