Graha Bhawarasa yang biasanya dipakai untuk acara-acara resmi, pada Selasa, 16 Agustus 2011 disulap menjadi tempat lesehan bagi para anggota Tim Penggerak PKK. dan Dharma Wanita Persatuan. Dengan berpakaian muslim rapi, ibu-ibu ini ternyata tengah menghadiri Pondok Ramadhan yang hari ini merupakan waktu penutupan dari serangkaian acara yang sudah dimulai sejak Senin,8 Agustus 2011 lalu. Kali ini, Pondok Ramadhan memasuki hari terakhir dengan menghadirkan pembicara Ny.Penny Mulyadi. Ny.Penny Mulyadi selaku Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek menyempatkan diri untuk menjadi pemateri dalam acara rutin yang memang digelar oleh Tim Penggerak PKK setiap bulan Ramadhan.
Selaku istri dari orang nomor satu di Kabupaten Trenggalek, Ny.Penny Mulyadi menyampaikan materi yang lain dari biasanya. Hal ini dengan tujuan meningkatkan ketrampilan para anggota Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita dalam kehidupan sehari-hari dengan mengambil judul Etika dan Etiket. Materi ini meliputi segala attitude yang diperlukan bagi ibu-ibu dalam segala aspek kehidupan.
Menurut Ny. Penny Mulyadi, modal utama bagi seorang wanita dalam beretiket terdiri dari konsep diri yang sehat, sikap asentif, tampil apa adanya dan itikad yang baik serta wawasan luas. Sedangkan Etika sendiri adalah falsafah moral dan merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya susila dan agama. Kedua modal ini yaitu etika dan etiket sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari yang meliputi etika berumahtangga, etiket berkomunikasi, etiket bergaul, etiket makan dan berbusana.
Supaya materi yang disampaikan mudah dimengerti, Ny. Penny Mulyadi juga melakukan simulasi dan peragaan bagaimana berbusana yang baik khususnya berbusana muslim. Dengan melakukan beberapa peragaan, Ny. Penny dengan luwes memperagakan bagaimana menggunakan jilbab yang elegan dan rapi. Tak terkecuali bagaimana memilih hiasan pada pada pakaian dan jilbab yang sesuai juga diperagakan dengan apiknya. Selain itu asesoris serta perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki tak lepas dari perhatian Bunda begitu panggilan Ny. Penny Mulyadi.
Untuk memotivasi para ibu, Ny. Penny Mulyadi meminta para ibu untuk tetap percaya diri dan tidak boleh minder dengan segala kondisi yang dimiliki. “ Dalam pergaulan sehari-hari, kita tidak boleh minder dengan kondisi diri kita” ungkapnya.
Menyikapi tentang fenomena yang kurang bersahabat khususnya tontonan yang ada di televisi, Ny. Penny Mulyadi meminta para orang tua untuk mendampingi anak-anak sehingga segala pengaruh yang negatif bisa difilter dengan baik.
Selain itu, menyadari betapa pentingnya peran wanita khususnya untuk pembangunan Trenggalek ke depan, Ny. Penny Mulyadi juga meminta para ibu untuk berperan aktif membangun Trenggalek dengan cara meningkatkan kepedulian dengan sesama dan menciptakan suasana damai di Trenggalek. [ra]
