laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

2 Agustus 2011

Festival Tabuh Bedhug, Sholawat dan Qosidhah Rebana Kreasi di Kabupaten Trenggalek

Ketika bedhug berkumandang, gema adzan segera menjelang dan shalat pun akan segera ditegakkan. Itulah gambaran fungsi dari bedhug, sebagai pertanda akan datangnya waktu shalat. Namun saat ini bedhug tidak hanya sebagai pertanda datangnya waktu sholat saja, namun juga bisa sebagai wahana ekspresi seni dan kreasi. 

Hal ini terlihat dari penampilan Pondok Nailal Marom dalam Pembukaan Festival Tabuh Bedhug, Shalawat dan Qosidhah Rebana Kreasi Tahun 2011 di Halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek. Acara pembukaan yang digelar Senin sore, 1 Agustus 2011 ini disaksikan oleh Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. beserta istri Ny. Penny Mulyadi, Wakil Bupati Trenggalek Kholiq, SH. M.Si. beserta istri Ny. Hanik Kholiq, Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), serta para h Kepala SKPD dan Camat di Kabupaten Trenggalek.
Bupati Beserta Forpimda Menabuh Bedug Sebagai Tanda Pembukaan
Dengan harmonisasi irama 5 buah bedhug yang ditabuh serentak ditambah dengan syair-syair islami nan indah memukau, layak jika Pondok Nailal Marom memegang status juara bertahan 2 kali berturut-turut dalam Festival Tabuh Bedhug. Festival ini merupakan agenda rutin Pemkab Trenggalek setiap tahun dalam rangka memeriahkan HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Ir. Rifana menyampaikan dalam festival tahun 2011 ini selain tabuh bedhug juga ditampilkan seni shalawat dan qasidhah rebana kreasi, baik itu yang memakai alat musik elektrik seperti gitar dan perkusi maupun yang tidak. “Untuk peserta Tabuh Bedhug sebanyak 20 grup, sedangkan untuk shalawat dan qashidah sebanyak 45 grup dari seluruh kecamatan di Kabupaten Trenggalek”,lanjut Rifana.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek sangat mengapresiasi gelar festival ini. Bahkan Bupati mengharapkan agar para peserta festival selalu mengikuti perkembangan zaman. “Misalnya dengan dipadukan dan dikombinasikan dengan alat-alat musik lainnya sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih bagus, indah dan spesifik”, harap Bupati. Sehingga dalam acara tertentu, misalnya pembukaan MTQ Jawa Timur  hasil kreasi tersebut bisa ditampilkan.
Penampilan dari Nailal Marom
Di Bulan Puasa Ramadhan ini, Bupati menghimbau kepada seluruh masyarakat Trenggalek khusunya yang beragama Islam untuk lebih meningkatkan kualitas amal ibadah puasanya. Sedangkan kepada para pedagang dan warga yang non muslim, Bupati mengharapkan untuk turut menghormati ibadah puasa kaum muslimin. Dengan demikian diharapkan keamanan dan ketentraman di Kabupaten Trenggalek akan semakin terjaga. Pembukaan secara resmi ditandai dengan ditabuhnya bedhug oleh Bupati Trenggalek diikuti oleh Jajaran Forpimda Kabupaten Trenggalek.
Dengan digelarnya Festival Tabuh Bedhug, Shalawat dan Qoshidah Rebana Kreasi, selain untuk menambah motivasi para seniman untuk melatih bakat dan kemampuannya, juga diharapkan dapat menemani warga Trenggalek dalam ngabuburit menunggu buka puasa ramadhan. Mengingat pelaksanaanya dimulai tepat hari pertama pelaksanaan puasa ramadhan yaitu tanggal 1 Agustus 2011 hingga tanggal 10 Agustus 2011. [okt/ys]

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video