Puasa selalu identik dengan lapar dan dahaga yang dapat menyebabkan semangat untuk beraktifitas menjadi berkurang. Namun hal ini tidak berlaku bagi Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. Bahkan selama 2 hari ini, Bupati Trenggalek melaksanakan peninjauan lapangan ke dua kecamatan yang berbeda di Kabupaten Trenggalek.
![]() |
| Meninjau Pembangunan Kantor Kecamatan Gandusari |
Kepada Kepala Dinas Perkimsih, Bupati mengingatkan untuk meneliti kembali desain atau gambar rencana pembangunan Kantor Kecamatan Gandusari, apakah ketinggian pondasi sudah mempertimbangkan ketinggian banjir di Gandusari. Menurut Bupati pondasi Kantor Kecamatan yang baru harus lebih tinggi dari ketinggian banjir yang pernah terjadi di Gandusari, sehingga jika ada banjir lagi di kemudian hari, air tidak akan sampai masuk ke dalam bangunan, mengingat lokasi Kantor Kecamatan Gandusari merupakan daerah rawan banjir..
Sedangkan pada hari Rabu, 3 Agustus 2011, Bupati Trenggalek didampingi dengan Kepala Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda), Ir. Yudi Sunarko, M.Si, Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Kebersihan (Perkimsih) Ir. Mohammad Siswanto, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Sugito Teguh dan juga Camat Durenan Drs. Habib Sholehudin melakukan peninjuan ke beberapa lokasi di Kecamatan Durenan. Tempat yang dikunjungi antara lain, Puskesmas Baruharjo dan Pasar Hewan Durenan.
![]() |
| Bupati Trenggalek ketika di Puskesmas Baruharjo |
Terkait bangunan Puskesmas Baruharjo, Bupati membenarkan jika kondisinya banyak yang mengalami kerusakan dan perlu perhatianm. Hal ini mengingat sejak tahun 1993 tidak ada rehab sama sekali terhadap bangunan Puskesmas. Oleh karena itu, Bupati memerintahkan kepada Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Perkimsih untuk merencanakan rehab total terhadap bangunan Puskesmas Baruharjo pada tahun 2012 mendatang. Selain bangunan fisiknya, yang direhab termasuk sarana dan prasarananya serta tenaga medisnya.
Dengan bangunan, sarana prasara dan tenaga medis yang bagus, diharapkan pelayanan di Puskesmas Baruharjo dapat berlangsung dengan maksimal. Sehingga jika ada warga Kecamatan Durenan dan sekitarnya ada yang sakit cukup dibawa di Puskesmas Baruharjo tanpa harus dirujuk di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. “Selain itu, mengingat Puskesmas ini juga berlokasi di tempat yang sangat strategis yaitu terletak di perbatasan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek, sehingga yang dilayani tidak hanya masyarakat Kabupaten Trenggalek, namun juga warga Kabupaten Tulungagung”, kata Bupati.
Menyikapi Gedung Eks Puskesmas Durenan yang saat ini tidak digunakan, karena sudah menempati gedung baru, Bupati melontarkan 2 opsi, yaitu pertama, dijadikan kantor BPR Prima Sejahtera, sehingga lokasi BPR Prima Sejahtera menjadi lebih strategis. Dan opsi kedua, untuk dijadikan semacam penginapan. Apapun opsi yang dipilih, Bupati mengharapkan ada kajian atau penelitian sebelumnya, sehingga opsi yang dipilih tepat.
Usai meninjau Puskesmas Baruharjo, Bupati beserta rombongan meninjau Pasar Hewan Durenan. Menurut keterangan Camat Durenan, di pasar ini yang terbanyak adalah transaksi jual beli kambing, sedangkan sapi masih terbatas.
Terkait fungsi pasar hewan ini, Bupati memandang akan lebih optimal jika dibuat jalan tembus antara Pasar Hewan langsung ke Terminal. “Selain pasar akan lebih ramai dan lancar, fungsi terminal juga akan lebih maksimal”, ujar Bupati. Pada tahun 2012 mendatang, Bupati menghendaki bahwa pasar yang saat ini masih beralaskan tanah ini untuk dipaving. Sedangkan jalan akses ke pasar, pada tahun 2011 ini akan mulai diaspal, sekarang masih proses lelang.[tg/okt/ys]

