| Memukul terbang menandai dimulainya gelar budaya Bumi Sopal |
Berbagai tarian daerah asli Kabupaten Trenggalek seperti Tari Beksan Asri, Teleng Kencono, Rampak Kucing dan Turonggo Yakso ditampilkan dalam Upacara Pembukaan. Selain itu juga terdapat stand pameran yang diisi berbagai macam potensi Kabupaten Trenggalek, ada kerajinan marmer, konveksi, kuliner serta berbagai macam hasil kerajinan tangan. Bupati, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT beserta Ny. Penny Mulyadi, Wabup Kholiq, SH, M.Si beserta Ny. Hanik Kholiq , Ketua DPRD S. Akbar Abas, SE, MM beserta Ibu serta beberapa Kepala SKPD menyempatkan diri hadir dalam acara ini. Tampak hadir pula beberapa mantan Bupati Trenggalek yaitu Bapak Soedarso, Drs. Slamet dan Drs. Ernomo.
| Ketua DPRD & Bupati meninjau stand pameran |
Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. tidak menyia-nyiakan event ini untuk mempromosikan segenap potensi yang dimiliki Kabupaten Trenggalek khususnya di bidang pariwisata. “Kabupaten Trenggalek mempunyai sejumlah pantai yang tidak kalah indahnya dengan daerah lain, ada Pantai Pelang di Kecamatan Panggul, Pantai Blado di Kecamatan Munjugan dan Pantai Karanggongso di Kecamatan Watulimo. Namun sayangnya potensi wisata itu saat ini belum bisa dikemas menjadi satu paket wisata, dikarenakan akses transportasi yang masih sulit”, ucap Bupati. “Semoga dengan dibangunnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang rencananya akan selesai pada tahun 2013, permasalahan itu bisa diatasi”, harap Bupati.
Selain itu, di Kabupaten Trenggalek juga ada goa terpanjang se Asia Tenggara, yaitu Goa Lowo. “Goa ini mempunyai stalaktit, stalagmit dan relief yang sangat menawan, namun masih terdapat kekurangan yaitu terkait masalah pencahayaan (lighting)”, tutur Bupati. Oleh karena itu, Bupati Trenggalek mengharapkan bantuan dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk dapatnya membantu Pemkab Trenggalek guna melengkapi fasilitas pencahayaan di Goa Lowo.
| Tari Beksan Asri |
Drs. Jarianto, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kepedulian terhadap seni budaya khususnya yang berada di Jawa Timur. “Dulu Jawa Timur memiki Kerajaan Majapahit yang berjaya, namun saat ini budaya-budaya itu seakan luntur tidak berbekas. “Oleh karena itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama, khususnya para seniman-seniman yang untuk turut memajukan kesenian yang ada di Provinsi Jawa Timur”, ungkap Jarianto.
Pembukaan Gebyar Budaya Bumi Sopal secara resmi dibuka pada Sabtu siang, 16 Juli 2011 yang ditandai dengan pemukulan terbang oleh Bupati Trenggalek bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim. Acara dilanjutkan dengan meninjau stand pameran yang dilakukan oleh Bupati dan seluruh undangan yang hadir.
Gelar Seni Budaya Daerah ini merupakan agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim yang diikuti secara bergilir oleh seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Pada tahun 2011 ini ada 6 Kabupaten/Kota yang menampilkan seni budaya daerahnya masing-masing. Sebelum Kabupaten Trenggalek, telah turut memeriahkan Kesenian dari Kabupaten Pacitan, Sumenep dan Banyuwangi. Disusul pada Bulan Oktober 2011 nanti dengan pergelaran seni dari Kabupaten Ponorogo dan ditutup pada Bulan Nopember 2011 dengan penampilan dari Kabupaten Tuban. [okt/ys]