Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan wawasan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang ada di tiap desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Trenggalek menggelar pelatihan khusus kepada para KPM. Pelatihan ini dibuka oleh Bupati Trenggalek pada hari Selasa, 12 Juli 2011 dan akan digelar selama 2 hari, hingga tanggal 12-13 Juli 2011 bertempat di Aula Hotel Gotong Royong.
Menurut laporan Ketua Panitia, Sunardi, Pelatihan KPM Tahun 2011 ini diikuti oleh 50 kader dari 50 desa se-Kabupaten Trenggalek. “Utamanya bagi para kader yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa baik di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi, sedangkan narasumber berasal dari Bapemas”, lanjut Sunardi. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan para kader dapat menjadi mitra pemerintahan desa dalam memberdayakan masyarakat.
Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. dalam sambutannya menegaskan kembali bahwa para KPM mempunyai peran yang sangat strategis untuk memberdayakan masyarakat. “Masyarakat harus terus diberdayakan bukan diperdayai”, ungkap Bupati. Saat ini banyak sekali upaya-upaya modern dalam memperdayai masyarakat. Tidak hanya kepada masyarakat saja, bahkan beberapa waktu yang lalu ada Pemerintah Daerah yang menjadi korban tipu daya dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Ada seorang broker yang mengaku bisa menjadi perantara Pemerintah Daerah untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat. Broker ini juga menunjukkan surat-surat yang berisikan tanda tangan dan stempel dari Kementrian Keuangan. Ternyata setelah mendapatkan fee, dana yang ditunggu-tunggu tidak kunjung cair dan setelah dikonfirmasi ke Kementrian Keuangan ternyata hal ini adalah jenis penipuan yang tergolong baru. “Kalau Pemerintah saja bisa diperdayai, apalagi dengan masyarakatnya”, tutur Bupati. Oleh karena itu, hendaknya para KPM dapat memberikan informasi-informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Para KPM juga memegang peranan penting sebagai fasilitator antara pemerintah masyarakat. Ibaratnya sebagai leher yang meghubungkan antara kepala dan anggota badan. “Jika leher sakit serta tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, tentu kerja kepala dan anggota badan juga akan terganggu”, tutur Bupati.
Selain itu, Bupati juga mengharapkan peran KPM dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Misalnya, mengembangkan susu perah di wilayah Kecamatan Bendungan dan Pule untuk diolah dan dikemas dengan lebih baik. “Untuk wilayah Kecamatan Watulimo misalnya dengan mengembangkan buah salak untuk diolah menjadi keripik salak, sehingga hasil penjualannya akan lebih meningkat”,jelas Bupati. Hendaknya para KPM juga aktif dalam memberikan saran dan masukan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pedesaan (Musrenbangdes).
Para KPM juga diharapkan dapat menggerakkan rakyat. “Kalau tidak bisa menggerakkan sendiri, bisa melalui management. Misalnya melalui Kepala Desa ataupun Tokoh Masyarakat yang ada di desa masing-masing”, kata Bupati. Dengan semangat pemberdayaan dan gotong royong yang ada di masyarakat, diharapkan pembangunan-pembangunan yang ada di Kabupaten Trenggalek dapat berjalan dengan lancar.
Selain Bupati Trenggalek, hadir pula dalam acara pembukaan ini Kepala Bapemas Imam Suprapto SH. MM., Kepala Dinas Pertanian Drs. Joko Surono serta beberapa perwakilan dari SKPD yang membidangi. [okt/ys]