Menjadi lini terdepan bagi pemberdayaan ibu-ibu muda, organisasi Fatayat NU kembali menunjukkan eksistensinya. Bertempat di Aula Gedung NU Kabupaten Trenggalek, Fatayat NU menyelenggarakan Diklat perawatan jenazah perempuan untuk Fatayat NU Cabang Trenggalek periode 2009 - 2013 pada Rabu, 20 Juli 2011. Diklat ini diikuti tidak kurang dari 230 peserta dari seluruh anak cabang NU Kabupaten Trenggalek.
“ Masih minimnya SDM untuk merawat jenazah perempuan di Kabupaten Trenggalek, menginspirasi Fatayat untuk menyelenggarakan Diklat ini” ungkap Hj.Nadrotul Ulfa, S.Ag selaku Ketua Pelaksana dalam laporannya. Jika ditinjau lagi, Fatayat NU Kabupaten Trenggalek masih ketinggalan dari daerah lain. Sebut saja Kabupaten Malang dan Pasuruan sudah terlebih dahulu mengadakan hal serupa.
Meskipun sebagian anggota Fatayat NU sudah memahami tata cara perawatan jenazah khususnya jenazah perempuan, tetapi Fatayat NU masih merasa perlu untuk meningkatkan kompetensi dan skill para anggotanya sehingga lebih siap untuk terjun ke masyarakat. “ Saya berharap para peserta Diklat memiliki kemampuan untuk memahami perawatan jenazah perempuan yang belum terkultur di masyarakat untuk semakin diaplikasikan sesuai dengan syariat” tambahnya.
Terkait dengan peran Pemerintah sebagai pengambil kebijakan, Fatayat NU berharap Pemerintah Daerah cepat tanggap dengan mengeluarkan sebuah regulasi yang bisa membuat sebuah kebijakan tentang Diklat perawatan jenazah perempuan. Hal ini dimaksudkan agar kebutuhan masyarakat tentang perawat jenazah perempuan bisa dicukupi.
Materi tentang perawatan jenazah secara teori akan disampaikan oleh K.H Basyori Ahmad dan secara prakteknya akan disampaikan oleh Ibu Siti Khadijah. Para peserta akan mempelajari seluk beluk perawatan jenazah perempuan mulai dari cara memandikan, mengkafani, mensholati hingga menguburkan jenazah.
Sementara itu, Ketua Fatayat NU Fathimatuz Zahra mengungkapkan hal yang senada. Untuk menyiapkan SDM yang mampu merawat jenazah perempuan sesuai dengan syariat Islam khususnya di Kabupaten Trenggalek maka Diklat semacam ini perlu dilaksanakan.
Bupati Trenggalek dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum, Drs. Abdul Mu’id,MM mengharapkan agar pelatihan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga selepas mengikuti pelatihan, ilmu yang didapat bisa diimplementasikan ke masyarakat sebagai sebuah pengabdian. Selain itu, pelaksanaan perawatan jenazah bisa meningkatkan keimanan kepada Tuhan YME.
Kepada Fatayat NU, Bupati berharap organisasi ini masih bisa mempertahankan tradisi nilai – nilai yang dipegangnya sejak dahulu. “ Mencermati perkembangan teknologi saat ini, saya berharap NU tidak meninggalkan tradisi yang telah dipegangnya selama ini” ungkap Bupati mengakhiri sambutannya. [#]