Pada tahun 2010 kemarin, Pemerintah Kabupaten Trenggalek tergolong berhasil dalam bidang pertanian. Salah satunya terbukti dengan menjadi daerah surplus beras. Menurut keterangan Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Pertahutbun) Kabupaten Trenggalek Ir. Joko Surono ketika diwawancari pada Senin, 13 Maret 2011 mengungkapkan rasa optimisnya bahwa pada tahun 2011 ini pun hasil pertanian di Kabupaten Trenggalek khususnya padi masih bisa surplus, minimal setara dengan tahun kemarin. “Hal ini salah satunya disebabkan oleh penambahan areal pertanian di Kabupaten Trenggalek”,ungkapnya.
Salah satu upaya Pemkab untuk menanggulangi hama wereng yaitu Bupati Trenggalek telah menetapkan serangan ini sebagai bencana pada tanggal 6 Juni 2011 yang lalu . Pemkab juga telah melakukan gerakan pengendalian dengan membantu pestisida sebanyak 7 kwintal senilai 100 juta rupiah. Selain itu, dari Pemerintah Provinsi Jatim, UPPH Tulungagung serta formulator [ produsen pestisida] juga telah mengulurkan bantuan untuk menanggulangi hama wereng ini. Pendistribusian pestisida dilakukan dengan cara mendatangi wilayah pertanian yang terserang hama wereng oleh petugas dengan membawa pestisida. Setelah pestisida dicampur dengan air, baru diberikan kepada petani yang membutuhkan untuk disemprotkan pada tanaman padi. Dengan demikian diharapkan distribusi pestisida akan tepat sasaran.
Untuk mengantisipasi keterbatasan pestisida, petani juga disarankan untuk menggunakan pestisida organik. Sedangkan terhadap lahan sawah yang dinyatakan fuso akibat serangan wereng, Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan mengupayakan bantuan bibit dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kementrian Pertanian [okt/ys]