Keberhasilan Kabupaten Trenggalek dalam mengolah ketela pohon menjadi sumber makanan non beras ternyata mengundang beberapa daerah untuk menimba ilmu. Kali ini giliran Kabupaten Rembang bertandang ke daerah yang terkenal dengan keripik tempe ini pada Senin, 27 Juni 2011. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang, Hj. Umi Jazilah Salim berjumlah 46 orang yang terdiri dari beberapa unsur mulai dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang, kelompok tani pengembang ketela pohon serta Dinas Pertanian Kabupaten Rembang.
Sebelum melakukan ramah tamah dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, rombongan terlebih dahulu mengunjungi Koperasi Gemah Ripah Loh Jinawi yang berada di Desa Kerjo Kecamatan Karangan serta beberapa cluster untuk melihat langsung proses pembuatan tepung mocaf yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Trenggalek, Ir.Joko Surono.
Selanjutnya rombongan diterima secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi di Pendopo Kabupaten Trenggalek.
Mewakili Bupati Trenggalek, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rembang, Ir. Joko Surono selanjutnya memaparkan beberapa hal terkait dengan potensi Kabupaten Trenggalek serta perkembangan pengolahan ketela pohon kepada rombongan study banding.
Menurut Ir.Joko Surono, Kabupaten Trenggalek sudah terkenal dengan makanan khas yang berasal dari singkong yang disebut nasi thiwul sejak tahun 1985. Tetapi penggunaan thiwul sebagai makanan pokok selain nasi terus mengawali penurunan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat non beras inovasi terus dilakukan. “Gaplek sering dinomorduakan, sehingga kita terus melakukan pengembangan pemanfaatan ubi kayu, garut dan lainnya, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat” paparnya. Hal ini menurut Ir.Joko Surono dilakukan sebagai upaya kemandirian pangan, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap import gandum.
Meskipun produksi ketela pohon pada tahun ini mengawali penurunan dari dua tahun sebelumnya yaitu tahun 2009 dan 2010, tetapi produksi ketela pohon masih tergolong tinggi yaitu 328.073 ton. Penurunan produksi ini lebih disebabkan karena adanya musim yang tidak menentu. Dengan produksi sebesar itu, tambah Ir.Joko Surono ketela pohon akan diolah menjadi tepung tapioka, tepung mocaf dan tepung cassava non fermentasi.
Selain itu, dengan berkembangnya pengolahan ketela pohon menjadi tepung mocaf telah menambah nilai jual ketela pohon di masyarakat. Hal ini secara tidak langsung juga telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Trenggalek terutama mengangkat taraf hidup petani ketela pohon. Yang paling menggembirakan ribuan tenaga kerja berhasil diserap untuk mendukung produksi mocaf di beberapa cluster.
Selanjutnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang, Hj. Umi Jazilah Salim dalam sambutannya mengungkapkan rasa gembiranya karena telah disambut dengan hangat di Kabupaten Trenggalek. “ Kami merasa senang karena telah diajak untuk mengunjungi dan melihat secara langsung proses pengolahan mocaf di beberapa cluster” ungkapnya. Lebih lanjut dinyatakan atas upaya menimba ilmu di Kabupaten Trenggalek ini diharapkan mampu dikembangkan di daerahnya.
Diawali dengan ucapan terimakasih atas kedatangan rombongan study banding, Ny. Penny Mulyadi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek memaparkan beberapa program pokok TP PKK dari Kabupaten Trenggalek yang menitik beratkan kepada pelayanan sosial kepada masyarakat. “Semoga beberapa program yang berhasil diaktualisasikan Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek bisa menginspirasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang untuk berbuat lebih baik” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan pemberian cindera mata berupa Plakat Lambang Daerah Kabupaten Trenggalek dengan Kabupaten Rembang oleh Ny.Penny Mulyadi kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang, Hj.Umi Jazilah Salim.[ra]