Gaung program Keluarga Berencana(KB) yang semakin tidak terdengar, telah mendorong Bupati Trenggalek untuk mengajak seluruh komponen yang terkait kembali menggelorakan program KB dengan memanfaatkan momentum Peringatan Hari Ulang Tahun Keluarga ke XVIII. Menurut Bupati dalam paparannya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir. Cipto Wiyono, M.Si mengungkapkan bahwa program KB tidak hanya untuk mencegah laju pertumbuhan penduduk, tetapi akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang secara tidak langsung akan mempengaruhi sukses tidaknya pembangunan.
“Keluarga adalah komponen terkecil dari pembangunan, sehingga merupakan pilar utama terwujudnya masyarakat sejahtera” papar Bupati dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Keluarga ke XVIII pada Senin, 20 Juni 2011 bertempat di Halaman Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.
Untuk itu, Bupati meminta kepada segenap pihak yang terkait untuk menangani dengan serius pelaksanaan program KB di masyarakat, sehingga tidak terjadi ledakan penduduk. Berikanlah pelayanan terbaik jika diperlukan, mintalah bantuan kepada tokoh agama serta tokoh masyarakat yang ada” papar Bupati.
Ditambahkan oleh Bupati, kebangkitan Program KB dapat memberikan kontribusi terhadap krisis multidimensi terutama mengatasi masalah kependudukan. Diantaranya, pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. I Gede Siama, M.Si, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Peny Mulyadi serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Trenggalek, Ny. Cipto Wiyono.
| Sembako Murah untuk Keluarga Kurang Mampu |
Dengan diadakannya peringatan hari keluarga ini, lanjut Mahfud Effendi, diharapkan akan membangkitkan semangat untuk melaksanakan program KB yang terdiri dari pengaturan kelahiran, kesejahteraan keluarga, terlaksananya tribina yang terdiri dari Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL). [ra]