laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

30 Juni 2011

Agar Mutu Bangunan Bagus, Para Konsultan Pengawas Diminta Juga Bersikap Tegas


Pengawasan memegang peranan penting dalam mensukseskan suatu pekerjaan. Begitu pula dengan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, khususnya untuk proyek fisik dan bangunan. Tanpa adanya pengawasan yang benar, dimungkinkan  mutu hasil pekerjaan dari rekanan tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, Bupati Trenggalek di tahun pertama pemerintahannya sangat mengharapkan agar mutu bangunan di Kabupaten Trenggalek benar-benar maksimal. Salah satu langkah untuk mewujudkan hal ini, yaitu dengan memberikan pengarahan kepada para pengawas yang bertanggung jawab untuk mengawasi semua proyek/pekerjaan yang ada di Kabupaten Trenggalek.
Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. telah memberikan pengarahan secara langsung kepada Pengawas Lapangan dari semua SKPD dan Pengawas Fungsional Inspektorat pada tanggal 6 dan 20 Juni 2011 yang lalu. Pengarahan kepada pengawas tidak hanya berhenti disini saja, Pemkab Trenggalek melalui Dinas Perumahan Permukiman dan Kebersihan (Perkimsih) telah mengumpulkan para pengawas yang berasal dari konsultan pada hari Kamis, 30 Juni 2011 bertempat di Aula Dinas Perkimsih. Hadir sebagai narasumber dalam acara ini Inspektur Kabupaten Trenggalek Djoko Wasono, SH. MM.
Menurut Kepala Dinas Perkimsih, Ir. Muhammad Siswanto MM, acara ini setidaknya dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari para Konsultan Pengawas dan Perencanaan, serta pengawas internal dari Dinas Perkimsih sendiri.
Dalam kesempatan ini, Djoko Wasono SH. MM. menegaskan kepada para konsultan untuk dapat meraih gelar 3S. “S yang pertama adalah selamat uang negara, maksudnya dengan pengawasan yang baik para konsultan ikut andil dalam menyelamatkan uang negara yang mungkin bisa diselewengkan oleh pihak rekanan yang tidak bertanggung jawab. S kedua adalah selamat proyek yang telah direncanakan, dengan pengawasan yang baik diharapkan semua kegiatan pengadaan dapat selesai dengan lancar. Sedangkan S yang ketiga, adalah selamat diri sendiri.
Untuk dapat mewujudkan 3S ini, para konsultan diharapkan benar-benar tegas dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Jika memang ada pekerjaan para rekanan yang tidak sesuai dengan Rincian Anggaran Belanja (RAB) dan Spesifikasi Teknis silahkan ditegur, tidak perlu sungkan. “Kalau memang ada kendala dalam menegur, silahkan dilaporkan kepada kami. Bapak Bupati telah memberikan wewenang sepenuhnya kepada Inspektorat apabila terdapat masalah terhadap hasil pekerjaan para rekanan”, ucap Djoko Wasono.
Para konsultan diharapkan juga benar-benar mengawasi pelaksanaan proyek, mulai dari uitzet (pekerjaan 0 %) hingga pekerjaan benar-benar selesai. “Jadi tidak hanya mengawasi ketika pekerjaan sudah hampir selesai saja”, ujarnya. Ketika pekerjaan telah dianggap selesai 100% pun, para konsultan juga diminta untuk berhati-hati. “Sebelum menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai, hendaknya para konsultan benar-benar mengecek dengan teliti agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. “Misalnya, dipanggil oleh pihak yang berwajib akibat volume pekerjaan yang ternyata masih kurang”, lanjutnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para konsultan diantaranya adalah hendaknya selalu mengisi buku direksi tiap melakukan pengawasan. Dengan buku ini akan diketahui seberapa sering para konsultan melakukan pengawasan terhadap proyek yang ditangani. Pemkab Trenggalek tidak melarang kalau satu CV menjadi konsultan di beberapa SKPD. Namun konsekuensinya, lanjut Djoko Wasono, hendaknya jumlah pengawas yang ada dalam konsultan itu ikut ditambah. Selain itu, hendaknya para konsultan khususnya yang berasal dari luar kota mempunyai base camp di Kabupaten Trenggalek yang bisa dihubungi sewaktu-waktu. “Karena berdasarkan pengalaman selama ini, ketika Inspektorat membutuhkan sangat sulit untuk menghubungi para konsultan”, tutur Djoko Wasono.
Para konsultan hendaknya juga benar-benar menguasai tentang ilmu teknis dalam pembuatan fisik dan bangunan yang benar. Mulai dari ketebalan pasir yang digunakan untuk pondasi, pemilihan besi yang tepat, serta campuran antara semen, pasir dan batu yang benar. Dengan ilmu ini, maka para  konsultan akan dapat bekerja dengan baik. [okt/ys]

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video