Bencana pada umumnya berdampak negatif, baik karena ulah manusia atau karena alam. Untuk mengantisipati hal tersebut, Tim Lokal Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Kabupaten Trenggalek, yang merupakan lembaga pelaksana kebijakan dan program Nahdlatul Ulama di bidang perubahan iklim, penanggulangan bencana dan pelestarian lingkungan, senin, 2 Mei 2011 mengadakan lokakarya kebencanaan dan program advokasi kelembagaan bencana bertempat di Hotel Gotong Royong dan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholik, S.H., M.Si.
Menurut koordinator lokal, Sodikin, S.Pd.I, lokakarya ini dikuti oleh 30 peserta yang berasal dari SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang terkait dengan penangan bencana, Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Komisi I dan Komisi IV, Pimpinan Cabang NU Kab. Trenggalek, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat dan LSM yang ada di Trenggalek. Lokakarya ini dilaksanakan selama 2 hari, sampai tanggal 3 Mei 2011
Menurut koordinator lokal, Sodikin, S.Pd.I, lokakarya ini dikuti oleh 30 peserta yang berasal dari SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang terkait dengan penangan bencana, Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Komisi I dan Komisi IV, Pimpinan Cabang NU Kab. Trenggalek, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat dan LSM yang ada di Trenggalek. Lokakarya ini dilaksanakan selama 2 hari, sampai tanggal 3 Mei 2011
Dalam sambutannya Pimpinan Cabang NU Kab. Trenggalek K.H. Muhammad Husni menyampaikan bahwa Pemerintah Australia memberikan kepercayaan kepada PBNU untu selanjutnya mengimplementasikan bersama Pemerintah Daerah bagaimana cara untuk mengurangi dampak bahaya bencana-bencana yang terjadi. Dalam lokakarya ini akan diberikan penjelasan bagaimana merencanakan, mengkoordinasikan agar semua bisa terpandu dengan baik. “Saya berharap kepada bapak dan ibu peserta untuk mengikuti loka karya ini sampai selesai” ungkap Muhammad Husni mengakhiri sambutannya.
Pada kesempatan itu Wakil Bupati menyampaikan terima kasih atas dilaksanakannya lokakarya untuk mengurangi resiko bencana mengingat wilayah Trenggalek merupakan daerah rawan bencana sehingga semua pihak perlu berperan dalam penanggulangan bencana. Wakil Bupati juga berpesan kepada perwakilan BNBP yang hadir agar BNBP bukan hanya tanggap bencana namun juga pencegahannya. “Lebih baik kita mencegah bencana dari pada setelah terjadi bencana kita menanggulanginya” ujar Wakil Bupati mengakhiri sambutannya.[tg]
