| Bupati menyerahkan bantuan dari BPR Jwalita ke Camat Karangan |
Sedangkan untuk mengatasi krisis air bersih akibat sumur-sumur masyarakat tergenag banjir, Pemkab Trenggalek melalui PDAM telah mengirimkan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Sampai hari Minggu (22/5) total PDAM telah mengirimkan sebanyak 40 tangki air yang masing-masingnya berisi 5000 liter, dengan rincian hari pertama 12 tangki, hari kedua 16 tangki dan hari ketiga [22 Mei 2011] 12 tangki. Selain itu dari Dinas Kesehatan (Dinkes) telah membagikan kaporit guna menjernihkan air sumur warga yang tercemar banjir.
Untuk meringankan beban korban banjir kali ini, sejumlah pihak telah mengirimkan bantuan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyerahkan bantuan sembako sebanyak 1.000 paket serta membuka dapur umum di Balai Desa Jati Karangan yang dilaksanakan oleh BPBD Jatim. Bantuan juga datang dari PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jwalita. Pada Hari Sabtu (21/5) selaligus untuk menandai dibukanya Kantor Kas BPR Jwalita di Kecamatan Karangan, Dirut BPR Jwalita, Abdurrahman, menyerahkan bantuan yang diterima oleh Bupati Trenggalek berupa beras 1,5 kwintal, mie instan 8 dus serta air mineral 17 dus.
Pada hari Minggu pagi (22/5), Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek bekerja sama dengan Akademi Keperawatan (Akper) Trenggalek, Persatuan Perawat Nasional Indonesia [PPNI] Cabang Trenggalek serta Dharma Wanita Dinkes dan RSUD dr. Soedomo Trenggalek telah mengadakan bakti sosial di Dusun Ngelo Desa Suruh. Selain pengobatan massal yang melibatkan 4 orang, 40 perawat serta mahasiswa dari Akper, juga membagikan 200 paket sembako serta 100 paket personal hiegin [seperangkat alat pembersih mulut].