Kabupaten Trenggalek di bawah pemerintahan Mulyadi-Kholiq benar-benar berjuang keras untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima. Setelah beberapa waktu yang lalu, Puskesmas Gandusari ditetapkan sebagai Unit Percontohan Pelayanan Publik, kali ini giliran Puskesmas Rejowinangun yang juga disiapkan sebagai Unit Percontohan. Perbedaan diantara keduanya, dijelaskan oleh Kabag Organisasi, Anik Suwarni, SH., bahwa untuk Puskesmas Gandusari sebagai Unit Percontohan Puskesmas Rawat Inap, sedangkan Puskesmas Rejowinangun untuk Puskesmas Rawat Jalan. “Adapun dasar untuk memilih keduanya sebagai Unit Percontohan adalah berdasarkan penilaian kinerja dari Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek”, tutur Anik Suwarni.
Untuk melihat langsung pelayanan pada Puskesmas Rejowinangun, pada hari Senin pagi, 9 Mei 2011 Asisten Administrasi Umum Setda, Drs. Abdul Mu’id, MM. didampingi dengan Kabag Organisasi dan Kabag Humas meninjau Puskesmas yang berada tepat di depan Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek ini. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Puskesmas, Tatik Juliani, SKm. Selain memantau pelaksanan pelayanan, rombongan juga meninjau kelengkapan jumlah tenaga medis, sarana prasarana, serta adanya Standar Pelayanan Publik (SPP) yang diwajibkan untuk semua SKPD Penyelenggaran Pelayanan Publik.Menurut Anik Suwarni, dibandingkan dengan hasil tinjauan Bagian Organisasi pada Bulan Pebruari 2011 yang lalu telah ada peningkatan signifikan. Namun, masih ada beberapa aspek yang perlu untuk dibenahi antara lain, perbaikan sarana prasarana dan kebersihan yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, Puskesmas Rejowinangun juga harus menyiapkan dokumen yang berisi data hasil survey Indeks Kepuasaan Masyarakat (IKM). “Dokumen ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana masyarakat merasa puas terhadap pelayanan yang ada di Puskesmas Rejowinangun”, ujarnya.
Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Anik Suwarni, adalah penambahan SDM yang terdapat di Puskesmas Rejowinangun. Karena berdasarkan hasil pemantauan, ternyata masih terdapat kekurangan untuk tenaga dokter gigi serta dokter umum, bidan maupun tenaga medis lainnya. Ketika dimintai penjelasan terkait hal ini, Tatik Juliani, SKm menyampaikan bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Trenggalek. “BKD akan mengusahakan untuk memenuhi tenaga yang masih kurang dengan CPNS baru formasi tahun 2010 ini”, jawabnya.
Ke depan, Anik Suwarni juga menjelaskan bahwa Puskesmas Rejowinangun akan didampingi oleh konsultan yang kompeten, sehingga diharapkan kualitas pelayanan akan meningkat dan berdampak pada meningkatnya indeks kepuasan masyarakat.