Semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap teknologi komunikasi akan dibarengi dengan meningkatnya kebutuhan akan tenaga servise [perawatan/perbaikan perangkat komunikasi]. Hal tersebut akan membuka kesempatan berwirausaha yang luas bagi masyarakat. Menyadari akan hal itu, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Kantor Diklat Aparatur dan Masyarakat Kabupaten Trenggalek kembali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan service handphone Kabupaten Trenggalek yang sudah dimulai sejak Rabu, 18 Mei 2011 bertempat di Kantor Diklat Aparatur dan Masyarakat Kabupaten Trenggalek.
Seperti yang diungkapkan Dra. Maryati, MM selaku Kapala Kantor Diklat Aparatur dan Masyarakat Kabupaten Trenggalek, pelatihan service handphone ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang service handphone. Ke -60 peserta Diklat akan mengikuti Diklat yang dibagi dalam dua angkatan. Dra. Maryati, MM menegaskan bahwa 30 orang peserta pertama akan mengikuti angkatan I yang dimulai pada 18 Mei hingga 21 Mei 2011. Adapun sisanya yakni 30 orang lainnya telah mengikuti mengikuti Diklat angkatan ke-2 yang telah dilaksanakan tanggal 23 Mei hingga 26 Mei 2011 yang lalu. “Kesemua peserta berasal dari 14 kecamatan dan semuanya laki-laki”, ungkapnya.
Lebih lanjut diungkapkan, tenaga instruktur Diklat service handphone berasal dari Fast Repair Surabaya. Yang lebih menggembirakan lagi, menurut Dra. Maryati, tiap peserta yang mengikuti diklat akan mendapatkan sertifikat dan peralatan service handphone. Peralatan service handphone itu diharapkan mampu dimanfaatkan oleh peserta untuk membuka lapangan kerja sendiri.
Bupati Trenggalek, Dr.Ir. Mulyadi, WR. MMT dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH mengungkapkan ekspetasinya atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurut Bupati, dengan meningkatnya pemakaian dan kebutuhan handphone di kalangan masyarakat maka kebutuhan di bidang ilmu service handphone juga akan semakin tinggi. Dengan demikian kesempatan untuk memperdayakan masyarakat dalam penanganan pengangguran dan kemiskinan akan semakin terbuka. “Melalui pelatihan ini diharapkan mampu mengembangkan perekonomian masyarakat dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, yaitu service handphone.”ungkap Bupati.
Sedangkan kepada instruktur, Bupati mengharapkan untuk memberikan materi sesuai dengan perkembangan teknologi di bidang service handphone, baik dari segi perbaikan software, maupun perbaikan hardware, dan bukan hanya dari sisi teori dan prakteknya saja ,tetapi juga sistem analisa dan perbaikan seluruh kerusakan handphone.#
