Untuk ketiga kalinya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar acara Mlaku Bareng dengan Bupati, kali ini yang mendapat giliran Kecamatan Bendungan dan telah dilaksanakan pada Jum'at pagi, tanggal 6 Mei 2011. Mlaku bareng kali ini menempuh rute sekitar 1,5 Km dengan start halaman Kantor Camat Bendungan dan finish di kawasan Perkebunan Dilem Wilis. Mlaku Bareng ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT, Ketua DPRD, S. Akbar Abas, SE, MM, Asisten Sekda, Kepala SKPD, Kepala Desa beserta Perangkat Desa, se-Kecamatan Bendungan, siswa-siswi sekolah serta masyarakat umum.
Dalam laporannya, Camat Bendungan Drs. Widarsono menyampaikan bahwa peserta Mlaku Bareng ini berjumlah kurang lebih 2000 orang dan menempuh rute 1,5 Km dengan start di halaman Kantor Camat Bendungan dan finish di Perkebunan Dilem Wilis. Selain untuk memasyarakatkan olah raga dan mempertemukan masyarakat dengan Bupati, Mlaku Bareng juga dimaksudkan untuk memperkenalkan kawasan Perkebunan Dilem Wilis, sebagai alternatif daerah tujuan wisata, kepada masyarakat.
Pada saat memberikan sambutan, Bupati menyampaikan bahwa tingkat pendidikan masyarakat berbanding lurus dengan jumlah masyarakat miskin. Oleh karena itu, untuk meminimalkan jumlah masyarakat miskin, ketika menjabat Bupati Trenggalek di era tahun 2000 - 2005, Dr. Mulyadi telah berupaya meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat Bendungan dengan mendidirikan SMA Negeri I Bendungan maupun SMP Negeri 2 Bendungan. Dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya, rata-rata pendidikan masyarakat Bendungan sudah meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga sudah meningkat, hal itu secara mudah dapat dilihat dari jumlah kepemilikan sepeda motor yang meningkat pesat. Lebih lanjut Bupati menyatakan bahwa Kecamatan Bendungan mempunyai potensi sumber daya alamn yang cukup besar, oleh karena itu Bendungan tidak boleh kalah dengan kecamatan yang lain. “Pak Camat, Pak Kades ayo kita dorong masyarakat Bendungan untuk menuju masyarakat yang lebih maju dan sejahtera” ungkapnya..
Menurut Bupati, salah satu potensi yang segera dapat dikembangkan adalah potensi wisata, karena sebagian besar wilayah Kecamatan Bendungan merupakan pegunungan yang mempunyai alam yang indah serta udaranya sejuk. Kalau mungkin dijadikan satu paket dengan Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo dan Bendungan Wonorejo di Kabupaten Tulungagung, yang lokasinya sama-sama berada di lereng Gunung Wilis dan sudah ada jalan penghubungnya, namun memang perlu ditingkatkan. Bupati juga meminta kepada warga Bendungan untuk memanfaatkan fasilitas di Perkebunan Dilem Wilis. Perkebunan Dilem Wilis merupakan aset Pemerintah Kabupaten Trenggalek, karena itu semua masyarakta bisa menggunakannya untuk acara-acara tertentu tetapi harus ikut serta menjaga keamanan dan kebersihannya.
Dalam Mlaku Bareng ini, bagi yang beruntung disediakan hadiah berupa 8 ekor kambing dan satu ekor sapi perah. Sebelum pengundian hadiah dilaksanakan, secara simbolis Bupati menyerahkan bantuan keagamaan kepada Madrasah Diniyah Baiturrohman dan Takmir Masjid Baiturrohman Desa Sumurup. Hadiah berupa kambing disediakan oleh Pemkab Trenggalek, sedangkan satu ekor sapi perah merupakan partisipasi paguyuban Kades Kecamatan Bendungan.
Setelah mengikuti Mlaku Bareng, Bupati menggelar rapat dinas yang dihadiri oleh Ketua DPRD, Asisten Sekda, Kepala SKPD, Muspika Kecamatan Bendungan, Kepala Desa se-Kecamatan Bendungan, serta Kepala Sekolah se-Kecamatan Bendungan.
Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan bahwa pemerintahan akan memberikan palayanan yang terbaik bagi masyarakat, salah satunya adalah KTP, Untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat pembuatan KTP ke depan akan dilaksanakan di Kecamatan. Rencananya pada tahun 2012 akan diwujudkan e-KTP di wilayah Kabupaten Trenggalek dan pelayanan KTP cukup di Kantor Camat.
Bupati menyampaikan, Camat harus menjadi pengawas proyek-proyek yang ada di wilayahnya, oleh karena itu Camat harus tahu proyek-proyek apa saja yang ada di wilayahnya.”Pak Camat tidak boleh tidak tahu proyek diwilayahnya” ungkapnya. Camat harus berani untuk tidak menandatangani kalau pembangunan proyek yang ada diwilayahnya tidak baik. Kita harus benar-benar membangun Trenggalek karena semua harus dipertanggungjawabkan.
Rapat dilanjutkan dengan dialog langsung dengan Bupati. Kepala Desa Depok Sugeng Asmara menanyakan tentang masalah asuransi kesehatan untuk perangkat desa dan meminta agar Kades dan Perangkat Desa yang tidak memiliki bengkok agar diberikan tunjangan khusus. Sedangkan Drs. Bima Barata, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bendungan meminta kepada Bupati untuk melengkapi beberapa fasilitas SMA yang kurang, antara lain pagar sekolah, tempat parkir kendaraan dan Laboratorium IPA.
