Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Sekolah di tingkat Sekolah Dasar [SD] dan Taman Kanak-kanak [TK] lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Senin 9 Mei 2011 telah dilaksanakan pelantikan pejabat fungsional guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah [Kasek]. Kepala Sekolah yang dilantik dan diambil sumpahnya berjumlah 21 orang dengan rincian 20 orang Kepala Sekolah SD [15 orang pria dan 5 orang wanita] dan 1 orang [wanita] Kepala TK.
Acara yang diselenggarakan di Balai Benih Ikan [BBI] ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Inspektur, Asisten Administrasi Umum, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKD, Kabag Organisasi serta Kepala UDP se_Kabupaten Trenggalek. Hadir pula suami/istri yang mendampingi Kepala Sekolah yang dilantik.
Sebelum membacakan sambutan Bupati Trenggalek, Sekretaris Daerah, Ir. Cipto Wiyono, Msi. menyampaikan bahwa tugas Kepala Sekolah kali ini istimewa, karena akan langsung menerima surat tugas dan harus langsung menempati tempat tugas yang baru, tidak ada alasan apapun, mengingat besok sudah dilaksanakn Ujian Nasional untuk tingkat SD.
Sekretaris Daerah juga mengingatkan, bahwa Kepala Sekolah mempunyai tugas berat. "Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai tahun ini untuk pertama kalinnya masuk dalam APBD, sehingga segala proses pencairan, administrasi, pertanggung jawaban dan sebagainya harus mengacu kepada ketentuan perundang-undangan pengelolaan APBD, ini merupakan hal baru," ungkap Ir. Cipto Wiyono. “Asal ada niat untuk belajar, tidak ada hal yang sulit untuk dilaksankan” imbuhnya. Selanjutnya Sekda menambahkan bahwa Tim dari Sekretariat Daerah dan DPPKAD siap membantu demi baik dan lancarnya pelaksanaan Kegiatan BOS, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT menyampaikan bahwa sekolah harus dipimpin oleh orang yang benar-benar kompeten, baik dalam aspek kepribadian, sosial, manajerial, kewirausahaan maupun supervisi. Sehingga dapat mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional. Salah satu misi pendidikan nasional adalah pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun untuk pemerataan pendidikan di Kabupaten Trenggalek, menurut Bupati masih belum optimal, hal ini dapat dilihat bahwa jumlah guru dalam kota lebih banyak dibandingkan dengan jumlah guru di daerah pegunungan.
Diakhir sambutannya, Bupati berharap agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan dengan segera sehingga penyempurnaan tatanan dalam dunia pendidikan dapat berjalan secara optimal. “Dengan dilantiknya pejabat fungsional guru yang diberi tugas sebagai Kepala Sekolah saya minta dapat membantu memperbaiki sistem pengajaran di Kabupaten Trenggalek” ungkap Bupati dalam sambutannya.[tg]
