Penyusunan dan pemenuhan menu sehat yang sehat, beragam dan aman bagi keluarga mendapat perhatian dari Pemkab Trenggalek. Terbukti, pada Kamis (26/5) 2011 Kantor Ketahanan Pangan bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Trenggalek menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pangan bertempat di Graha Bhawarasa. Pelatihan yang digelar selama sehari itu menghadirkan narasumber dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dra. Nugrahani, M.Pd dan dihadiri kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari Ibu – Ibu PKK terutama Pokja 3 se-Kabupaten Trenggalek.
Ketua Pelaksana Ir. Emy Mardiyati dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang berbagai menu sehat bagi keluarga,serta pedoman tentang menu sehat yang beragam, bergizi seimbang dan aman.
Singkong yang diolah menjadi mocaf telah lama menjadi salah satu produk unggulan dari Kabupaten Trenggalek akan dicoba untuk diolah menjadi panganan yang lebih memiliki nilai jual. “ Singkong yang selama ini masih dipandang sebelah mata akan mendapatkan penambahan nilai jual, salah satunya dengan mengolah singkong menjadi bulir beras dengan tambahan serat rumput laut”.
Sementara itu, Guntur, SIP selaku Kasubbag TU Kantor Ketahanan Pangan dalam paparannya sangat mengapresiasi peran TP PKK sebagai ujung tombak perluasan informasi. Menurutnya pengupayaan pangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman (B3A) memenuhi 4 sehat 5 sempurna serta 13 gizi yang seimbang sangat membutuhkan peran aktif ibu-ibu PKK. Dengan keikutsertaan TP PKK diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang menu sehat. Selain itu, pelatihan ini akan menambah wawasan dalam menyusun menu yang disajikan.
Ketua TP PKK Ny.Penny Mulyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan diadakan Bimtek Pengolahan Pangan mampu menambah nilai jual terutama produk unggulan olahan lokal sehingga mampu berbicara di kancah Provinsi. Ditambahkannya, dengan diadakan Bimtek yang akan menampilkan penyusunan Menu Seimbang dan Pengolahan Singkong mampu memberikan beberapa cara pengolahan makanan yang kreatif dan lebih beragam.
Lebih lanjut, diharapkan pelatihan ini mampu memberikan perubahan yang nyata terutama bagi peserta. “ Jangan hanya berhenti sampai disini, setelah acara ini berakhir peserta mampu menindaklanjuti dengan meningkatkan produk olahan di desanya masing-masing.” Minimal, produk-produk olahan tadi bisa disajikan di acara-acara penting Pemkab Trenggalek.