Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT dalam perjalanan kunjungan kerja ke Kecamatan Munjungan, pada Rabu 11 Mei 2011 menyempatkan diri meninjau pelaksanaan Ujian Nasional [Unas] tingkat SD/MI/SDLB tahun 2011. Ada 2 sekolah yang dikunjungi, SDN I Wonorejo Kecamatan Gandusari dan SDN 2 Bendoagung Kecamatan Kampak.
Di SDN 1 Wonorejo, menurut laporan Kepala Sekolah, Widyani, S.Pd, dari 42 orang siswa hadir semua. Sampai pelaksanaan Unas hari kedua dengan mata pelajaran, semuanya berjalan lancar, tidak ada hambatan berarti.
Sedangkan ketika di SDN 2 Bendoagung Kampak, Bupati sempat bertanya kepada salah seorang pengawas, apakah soal matematika yang sedang dikerjakan para siswa mudah atau sulit. Pengawas tersebut menjawab bahwa dia tidak mengetahui tingkat kesulitan soal matematika yang sedang dikerjakan siswa, karena seorang pengawas memang tidak diperbolehkan membaca soal yang sedang dikerjakan siswa. Bupati mengapresiasi atas sikap pengawas yang tetap memegang teguh kode etik ini. Menurut Kepala SDN 2 Bendoagung, Ahmad, S.Pd, M.Pd, hingga hari kedua, 30 siswa klas enam masih bisa mengikuti Unas secara tertib.
Ketika diwawancarai sejumlah wartawan terkait Unas, Bupati, menjelaskan bahwa pelaksanaan Unas masih diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan Unas, maka penyelenggara pendidikan maupun siswa dipacu untuk meningkatkan kualitas masing-masing. Karena, kalau dibanding dengan negara tetangga, misalnya Malaysia, kita sudah tertinggal. Untuk lulus sekolah dasar, di Malaysia paling tidak nilainya minimal 6. Sedangkan di Indonesia kurang dari itu, ungkap Bupati. Jadi sekarang bukan waktunya mempermasalahkan perlu tidaknya Unas, yang penting kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari sarana dan prasarana, kualitas para penyelenggaran pendidikan khususnya para guru dan para siswa meningkatkan semangat belajarnya.
Menurut Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Drs. Munib, M.Pd, hingga hari kedua pelaksanaan Unas, semuanya masih berjalan lancar. Memang ada siswa yang tidak mengikuti Unas, namun alasannya dapat dipertanggungjawabkan yaitu sakit, sehingga dapat dilaksanakan pada hari lain.