Bulan Agustus selalu identik dengan perayaan Hari Ulang Tahun [HUT] Kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus tiap tahunnya. Apalagi di Kabupaten Trenggalek, perayaan terasa semakin semarak karena bergandengan dengan Hari Jadi Trenggalek yang diperingati tiap tanggal 31 Agustus. Namun pada tahun 2011 ini, bulan Agustus bertepatan pula dengan bulan Ramadhan tahun 1432 Hijriyah. Berdasarkan jadwal sementara, puasa Ramadhan tahun 1432 H ini akan mulai dilaksanakan pada awal Agustus. Hal ini mendapat perhatian khusus Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. sebagaiman disampaikan dalam acara Coffee Morning yang diselenggarakan usai senam pagi, Jum’at 13 Mei 2011 bertempat di Graha Bhawarasa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyatakan agar kegiatan-kegiatan dalam memperingati HUT RI untuk dimajukan pelaksanaannya, bahkan kalau bisa mulai pertengahan bulan Juni telah mulai dilaksanakan. Selama bulan Ramadhan, kegiatan dalam rangka peringatan HUT RI maupun Hari Jadi Trenggalek agar dihentikan dulu, kecuali yang bernuansa Islami, seperti festival tabuh bedug maupun rebana. “Kegiatan peringatan silakan dimulai kembali setelah perayaan Idul Fitri 1432 H atau awal September 2011”, ungkap Bupati. Namun untuk kepastiannya, Bupati meminta Sekretaris Daerah, Ir. Cipto Wiyono, M.Si beserta panitia peringatan HUT RI dan Hari Jadi Trenggalek untuk mematangkan rencana dan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan.
Khusus untuk lomba panahan yang juga merupakan agenda rutin dalam peringatan Hari Jadi setiap tahunnya, untuk tahun 2011 ini Bupati menghendaki konsep yang berbeda. Jika pada tahun-tahun yang lalu lomba panahan bersifat tradisional, jika diagendakan pada tahun 2011 ini, Bupati mengharapkan lomba panahan yang berorientasi pada prestasi. “Sekaligus sebagai bentuk pembinaan kepada atlit panahan yang ada di Kabupaten Trenggalek”,ungkap Bupati.
Hal lain yang dibicarakan oleh Bupati Trenggalek dalam coffe morning ini kali ini adalah terkait permasalahan rekanan/pihak ketiga dalam pengadaan barang/jasa. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu yang lalu, sejumlah rekanan diklaim, karena volume pekerjaan tidak sesuai dengan yang seharusnya, oleh karena itu harus mengembalikan sebagian biaya pelaksanaan kepada negara. Namun ada beberapa rekanan yang tidak segera menyelesaikan klaim ini. Oleh karena Bupati Trenggalek mengharapkan kepada dinas terkait untuk kembali melayangkan surat kepada rekanan. Kalau tetap tidak diindahkan, Bupati akan berkordinasi dengan Kejaksaan Negeri Trenggalek dalam upaya menyelesaikan tagihan tersebut.
Masih dalam kesempatan yang sama, terkait pelaksanaan APBD khususnya pengadaan barang/jasa Bupati mengharapkan untuk dipercepat pelaksanaannya. Bupati juga menyinggung terkait permasalahan pelayanan perijinan. Berdasarkan data Komisi Pemberatan Korupsi [KPK], Kota Surabaya dan Bandung dinyatakan terbaik dalam pelayanan perijinan. Oleh karena itu, guna meningkatkan mutu pelayanan perijinan di Kabupaten Trenggalek, Bupati memerintahkan kepada SKPD terkait untuk melakukan studi banding ke Surabaya atau Bandung.
Sebagaimana diketahui, setiap hari Jum’at pagi, seusai senam secara rutin diselenggarakan Coffee Morning bertempat di Graha Bhawarasa. Coffe Morning diikuti oleh para Kepala SKPD dan dipimpin oleh Bupati, Wakil Bupati maupun Sekretaris Daerah untuk membicarakan berbagai hal [okt].