![]() |
| foto : ilustrasi |
Namun di Indonesia tingkat konsumsi ikan tergolong paling rendah bila dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Indonesia yang memiliki luas lautan sebesar 70 %, pada tahun 2006 hanya mengkonsumsi ikan sebanyak 25, 3 kg/kapita/tahun. Bandingkan dengan negara Jepang yang penduduknya mengkonsumsi ikan sebanyak 110 kg/kapita/tahun. Untuk Propinsi Jawa Timur tingkat konsumsi ikan 16, 34 kg/kapita per tahun, sedangkan Kabupaten Trenggalek yang notabene sebagai daerah penghasil ikan, masyarakatnya hanya mengkonsumsi 16,75 kg/kapita/tahun. Karena hasil ikan justru banyak dikirim ke luar daerah.
Untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan pada masyarakat, sejak tahun 2004 pemerintah telah meluncurkan program nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan [Gemarikan]. Menurut FAO (Food dan Agriculture Organization), organisasi pangan di bawah naungan PBB, untuk tingkat konsumsi ikan di suatu daerah paling tidak sebanyak 36 kg/kapita/tahun. Sedangkan untuk Indonesia, rata-rata baru 25 kg/kapita/tahun. Tahun 2011 ini Pemerintah Jawa Timur menargetkan konsumsi ikan sebanyak 20 kg/kapita/tahun, sedangkan target Kabupaten Trenggalek 18,7 kg/kapita/tahun.
Untuk melaksanakan program tersebut, di Kabupaten Trenggalek telah dibentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan [Forikan] berdasarkan Surat Keputusan Bupati Trenggalek Nomor : 188.45/140/406.013/2011. Sebagai Ketua Forikan adalah Ny. Peny Mulyadi yang sekaligus Ketua TP-PKK Kabupaten Trenggalek.
Ny. Penny Mulyadi yang akrab dipanggil Bunda, ketika diwawancarai usai memimpin Rapat Koordinasi tentang Forikan di Balai Benih Ikan [BBI] Trenggalek, Kamis, 7 April 2011 menyatakan bahwa kurangnya konsumsi ikan di Kabupaten Trenggalek disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang olahan ikan, adanya persepsi bahwa hasil olahan ikan kurang bergengsi dalam jamuan makan, serta masih adanya anggapan salah dari masyarakat sejak dulu yang menganggap bahwa makan ikan dapat menyebabkan cacingan, padahal makan ikan justru membuat sehat.
Ke depan, Ny. Peny Mulyadi mengharapkan kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan konsumsi ikan baik ikan laut maupun tawar, khususnya kepada anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Sehingga generasi mendatang bisa lebih sehat, cerdas dan postur tubuhnya menjadi lebih tinggi. Ny. Peny Mulyadi juga menantang kepada para ibu untuk lebih kreatif dalam membuat masakan, sehingga anggota keluarga khususnya anak-anak tidak cepat merasa bosan dalam menikmati makanan yang berbahan dasar ikan. “Dalam waktu dekat, akan kami gelar lomba memasak dengan bahan dasar ikan, sehingga akan diperoleh berbagai resep cara memasak ikan” ujar Ny. Peny Mulyadi mengakhiri wawancara. [okt]
