Ujian Nasional tingkat SMP/Sederajat secara serentak dimulai pada hari Senin, 25 April 2011. Selama empat hari hingga hari Kamis (28/4) siswa kelas IX seluruh SMP dan MTs akan dihadapkan dengan empat mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Untuk melihat dari dekat pelaksanaan Unas tersebut, Sekretaris Daerah, Kabupaten Trenggalek, Ir. Cipto Wiyono, M.Si. didampingi dengan Kasatpol-PP dan Kabag Humas mengunjungi beberapa SMP yang terletak di wilayah Kecamatan Trenggalek., yaitu yaitu SMPN 6 , SMPN 3, dan SMPN 1 Trenggalek.
Ketika mengunjungi SMPN 6, Kepala Sekolah Djoko Suroso melaporkan bahwa dari total siswa kelas IX sebanyak 126 siswa, yang hadir hanya sebanyak 125 orang sedangkan 1 orang berhalangan untuk hadir. “Sedangkan untuk jumlah soal tidak ada masalah”, ujar Djoko. Di SMPN 3, Sekda disambut loleh Kepala Sekolah, Drs. Rohmat. Menurut keterangannya baik peserta maupun soal di SMPN 3 tidak ada masalah. “Peserta ujian sebanyak 257 siswa dan jumlah soal semuanya lengkap”, tutur Drs. Rohmat. Untuk SMPN 1 Trenggalek, Kepala Sekolah Drs. Mariyono menyampaikan bahwa peserta ujian sebanyak 278 hadir semua dan masih ditambah 22 siswa gabungan dari SMP Ma'arif Trenggalek.
Menurut data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Kusprigianto, MM. ketika ditemui di SMPN 1 Trenggalek, Ujian Nasional tingkat SMP/sederajat tahun 2011 ini diikuti oleh 10.051 siswa se-Kabupaten Trenggalek. Dengan rincian, siswa SMP sebanyak 8.233 siswa dan MTs sebanyak 1.818 siswa. Sedangkan untuk jumlah sekolah penyelenggara, lanjut Kusprigianto, SMP sebanyak 52 sekolah dan yang menggabung sebanyak 25 sekolah. Sedangkan untuk MTS, sebanyak 17 madrasah dan 2 madrasah ikut menggabung.
Ketika diwawancari sejumlah wartawan usai monitoring di SMPN I Trenggalek, Sekda menyatakan bahwa kegiatan Unas secara umum berjalan lancar. “Pendistribusian soal tidak ada masalah, jumlah siswa yang berhalangan hadir juga relatif sedikit”, tutur Sekda. Terkait masih adanya siswa yang lolos membawa Hp ke ruang klas di SMPN 6 Trenggalek, menurut Ir. Cipto Wiyono hal itu menandakan bahwa masih kurang optimalnya pengawasan kepada peserta ujian.
Oleh karena itu, Ir. Cipto Wiyono mengharapkan agar kasus tersebut tidak terulang lagi dan para pengawas diminta untuk lebih teliti dalam mengawasi peserta ujian. Tas maupun HP dilarang masuk ke ruang ujian. Sedangkan kepada peserta Unas diminta untuk mentaati ketentuan yang ada. “Siswa harus jujur dan percaya pada kemampuan diri sendiri”, lanjut Sekda. [okt/ys]