Sebanyak 60 orang yang terdiri dari Petugus Penyuluh Kehutanan beserta Ketua Kelompok Tani (Poktan) se-Kabupaten Trenggalek diberangkatkan untuk mengikuti studi banding ke Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Rombongan diberangkatkan di Halaman Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Pertahutbun) Kabupaten Trenggalek pada hari Selasa, 12 April 2011 pukul 08.00 WIB dengan menggunakan bus sebanyak dua buah. Studi Banding dalam rangka pendalaman wacana rehabilitasi hutan dan lahan khususnya dengan pemanfaatan lahan di bawah tegakan ini akan dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 12-13 April 2011.
Menurut Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Trenggalek, Ir. Joko Surono ketika diwawancarai, mengemukakan bahwa kegiatan studi banding ini merupakan program dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur bagi kabupaten/kota yang memiliki Hutan Rakyat dan masih potensial untuk dikembangkan. “Sekitar 6 Kabupaten yang telah diplot oleh Pemprov. Jatim untuk melakukan studi banding pada tahun 2011 ini”, ungkap Joko Surono.
Di Kecamatan Turen, peserta studi banding akan melihat dari dekat kegiatan penanaman wana farma (tanaman obat-obatan semacam jahe, kencur, dll) yang dilakukan di bawah lahan tegakan. Perlu untuk diketahui, Hutan Rakyat di Kabupaten Trenggalek yang luasnya mencapai 20.000 Ha kebanyakan ditanami Pohon Jati, Mahoni, Akasi dan Pinus tergantung kesepakatan Kelompok Tani.
Di sela-sela tanaman pohon ini atau yang diistilahkan di bawah tegakan tidak bisa ditanami dengan tanaman musiman semisal padi dan jagung, namun masih bisa ditanami dengan tanaman wana farma. “Oleh karena itu, dengan mengikuti studi banding ke Kecamatan Turen diharapkan para peserta dapat mengoptimalkan lahan di bawah tegakan yang terdapat di Hutan Rakyat dengan tanaman wana farma”, harap Kait.
Lebih lanjut, Joko Surono menjelaskan dari total 60 peserta yang dikirim studi banding ke Kecamatan Turen terbanyak diambil dari Desa Sumberdadi Kecamatan Trenggalek sebanyak 10 orang. Hal ini dikarenakan pada tahun 2011 ini direncakan untuk pengembangan lahan di bawah tegakan di Kabupaten Trenggalek akan dipusatkan di Desa Sumberdadi [ags].