Nuansa berbeda dirasakan oleh para nasabah maupun tamu yang datang ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jwalita pada hari Kamis, 21 April 2011. Hampir semua pegawai BPR Jwalita khususnya front officer mengenakan pakaian adat tradisional. Untuk pegawai perempuan memakai kebaya dan rambutnya disanggul, sedangkan untuk pegawai laki-laki mamakai beskap dan blankon.
Terkait hal ini, Direktur BPR Jwalita Dwi Fraidianriani ketika ditemui di kantornya menyampaikan bahwa hal ini merupakan wujud kepedulian BPR Jwalita dalam memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Adapun tujuan dari mengenakan pakaian adat ini, lanjut Dwi Fraidianrini, adalah untuk mengenang serta meneruskan perjuangan Ibu Kita Kartini. “Selain itu, juga untuk menunjukkan bahwa kaum perempuan sekarang ini bisa berperan memberikan pelayanan publik setara dengan kaum lelaki”, lanjutnya. Penampilan berbeda para pegawai BPR Jwalita ini tidak mengganggu pelayanan kepada nasabah, bahkan nasabah merasa terhibur dan secara tidak langsung diingatkan bahwa hari ini merupakan hari Kartini.
Terlepas dari perayaan Hari Kartini, menurut Direktur Utama BPR Jwalita, Abdul Rochman, BPR yang terletak di belakang Pendopo Trenggalek ini merupakan milik Pemkab Trenggalek. “Karena Pemkab Trenggalek memegang saham mayoritas BPR Jwalita”, ujarnya. Ketika didirikan pada tahun 2004 total aset yang dimiliki BPR hanya Rp 1.292.188.000, sedangkan pada akhir Bulan Desember 2010 asetnya telah meningkat hingga mencapai Rp 10.036.984.000. Untuk kredit yang telah disalurkan juga telah meningkat, jika pada tahun 2004 hanya sebesar Rp 1.054.439.000, pada Bulan Desember 2010 telah meningkat hingga 6x lipat sebesar Rp 6.927.139.000.
Sedangkan besaran kontribusi terhadap APBD Kabupaten Trenggalek, Abdul Rochman menyatakan bahwa sepanjang tahun 2005-2009 BPR Jwalita telah menyumbangkan PAD sebesar Rp 578.431.000. Sedangkan pada tahun 2010 saja, kontribusi BPR Jwalita terhadap PAD mencapai Rp 240.030.000. “Diharapkan tahun 2011 ini lebih meningkat lagi”, tutur Abdul Rochim.
Selain itu, kinerja BPR Jwalita juga sudah terbukti baik. “Bahkan pada tahun 2009 BPR Jwalita dinyatakan sebagai BPR terbaik ke-3 se- wilayah BI Kediri”, tutur Abdul Rochman.
Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam waktu dekat ini BPR Jwalita akan segera membuka Cabang di Kecamatan Karangan. BPR Jwalita juga merupakan satu-satunya bank yang ditunjuk oleh Pemkab Trenggalek untuk menyalurkan subsidi bunga kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdapat di Kabupaten Trenggalek. “Total dari subsidi bunga untuk tahun anggaran 2011 ini sebesar Rp 500.000.000”, papar Abdul Rochman. [okt/ys]
