Tantangan tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke depan akan semakin berat. Konflik horizontal, konflik vertikal, terorisme, serta berbagai bentuk kejahatan lainnya yang mengancam keselamatan masyarakat dan kekayaan negara harus dapat ditangani secara koordinatif, komprehensif, dan profesional. Oleh karena, seluruh jajaran Satpol PP harus untuk meningkatkan profesionalitas dan disiplin pribadi dalam setiap palaksanaan tugas, dengan mengedepankan sikap etis dan humanis namun tegas. Hindari tindakan kekerasan, junjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
Hal tersebut disampaikan Mendagri dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kholiq, SH. M.Si selaku Pembina Upacara dalam rangka memperingati HUT Satpol PP ke-61 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek Kamis (17/3). Upacara yang mengambil tema “Membangun Kemitraan Satpol PP dengan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat” ini digelar di Halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek serta diikuti oleh seluruh anggota Satpol-PP Kabupaten dan Kecamatan serta seluruh PNS lingkup Pemkab Trenggalek.
Lebih lanjut, Mendagri dalam sambutannya menjelaskan sejalan dengan bertambahnya usia pengabdian Satpol PP, masyarakat mendambakan kinerja Satpol PP yang semakin arif, peduli, dan tulus dalam mememberikan pelayanan kepada masyarakat. Agar harapan tersebut dapat terwujud, sudah seharusnya seluruh jajaran Satpol PP menjadi panutan masyarakat. ”Anggota Pol PP harus mampu menunjukkan kinerja yang optimal dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, sehingga menghapus kesan negatif bahwa Pol PP berlaku tidak profesional dan tidak proporsional. Kesan ini memberikan citra yang tidak menguntungkan bagi seluruh jajaran Satpol PP,” kata Mendagri.
Kedepan, lanjut Mendagri, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya Satpol PP harus lebih mengedepankan penataan bukan penertiban. ”Hal ini mengingat apabila melalui penataan terkandung semangat kebersamaan antara masyarakat dengan aparat dalam mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, dan di lain pihak apabila melalui penertiban akan cenderung bertindak represif”.
Selain itu, sebagai institusi penyelenggara ketertiban umum, ketentraman dan perlindungan masyarakat, Satpol PP harus menampilkan wajah yang tegas namun tetap humanis.”Wajah tegas berarti tidak mengenal kompromi dan tidak terpengaruh oleh berbagai godaan yang melanggar hukum dan sumpahnya. Di sisi lain, wajah humanis bersikap melindungi dan melayani serta berorientasi pada prestasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Mendagri. Dalam kesempatan ini pula, Wabup menyerahkan hadiah untuk juara futsal 1,2 dan 3 serta juara harapan dalam rangka Peringatan HUT Sapol PP yang digelar mulai tanggal 5-16 Maret 2011. Selain itu, Wabup juga menyerahkan tali asih untuk perangkat desa yang sudah purna tugas sebanyak 9 orang [#]..
