Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak [KPP] Pratama Tulungagung dan Bank Jatim Cabang Trenggalek, Kamis 03 Maret 2011 Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh Tahun 2010 dan pembayaran PBB Tahun Pajak 2011. Acara yang digelar di Pendopo ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Ketua DPRD beserta unsur Forpimda, Kepala KPP Pratama Tulungagung, Kepala KP2KP Trenggalek, Ketua TP-PKK, Kepala SKPD, para Camat serta tokoh masyarakat dan pengusaha. Selain itu, di halaman Pendopo bagian selatan, panitia juga membuka pembayaran PBB namun terbatas hanya untuk 5 Kelurahan di Kecamatan Trenggalek dan Desa Karangsoko.
Ketua Panitia sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Drs. I Gede Siama, M.Si dalam laporannya menyampaikan latar belakang diadakannya acara ini adalah sebagai upaya untuk membangun masyarakat Trenggalek agar sadar pajak. Sehingga masyarakat Trenggalek sebagai wajib pajak dengan kesadaran pribadi membayar pajak sebelum jatuh tempo. Lebih lanjut Drs. I Gede Siama menjelaskan bahwa untuk penyampaian SPT Tahunan PPh 2010 jatuh temponya sampai 31 Maret 2011 sedangkan pembayaran PBB harus sudah dilunasi sebelum tanggal 31 Juli 2011.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung, Junaedi Eko Widodo, pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya teladan khususnya dari pejabat untuk mensukseskan pembayaran pajak. “Kalau pejabatnya saja belum membayar, bagaimana mau menarik pajak rakyatnya?”, ujarnya. Selanjutnya Junaedi Eko Widodo berjanji akan melaporkan daftar nama pejabat yang tidak menyetor SPT Tahunan PPH 2010 sampai jatuh tempo kepada Bupati Trenggalek.
Keberhasilan pembangunan juga sangat tergantung kepada ketaatan kita untuk membayar pajak. Tahun 2011, lanjut Junaedi, penerimaan APBN sebesar 1.104 triliun rupiah, pemasukan dari pajak ditargetkan dapat menyumbangkan kontribusinya sebesar 77% atau sekitar 850 triliun rupiah.
Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi, WR. MMT., dalam kesempatan tersebut menyampaikan gagasan dan usulan kepada Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Akbar Abas, SE, MM. untuk memberikan reward kepada desa yang melunasi PBB sebelum jatuh tempo dengan menambahkan ADD-nya. Sedangkan untuk desa yang telat membayar, akan dikenakan sanksi dengan mengurangi ADD-nya pula. “Dengan reward dan punishment ini diharapkan desa akan lebih terpacu untuk segera melunasi PBB”, ujar Bupati.
Masih menurut Bupati, kendala yang dihadapi dalam pelunasan pajak diantaranya rakyat menghendaki pembayaran yang cepat dan tidak berbeli-belit serta kadang kala pajak yang terkumpul terlebih dahulu digunakan oleh Perangkat Desa. Oleh karena itu Bupati meminta kepada KPP Pratama Tulungagung untuk dapatnya membuat terobosan baru yang dapat mempermudah masyarakat dalam membayar pajak, seperti Samsat Drive Thru untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Selain itu, kepada Perangkat Desa diharapkan tidak menggunakan untuk keperluan lain hasil tarikan PBB yang telah dikumpulkan, namun langsung bisa disetor ke Bank Jatim atau dititipkan di Bumdes, setelah terkumpul langsung disetor. Bupati juga menginstruksikan khususnya kepada pejabat untuk segera melunasi PBB dan penyampaian SPT Tahunan PPh sebelum jatuh tempo.
Menandai bulan panutan pajak, Bupati Trenggalek dan anggota Forum Pimpinan Daerah serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Peny Mulyadi memasukkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT Tahunan PPh) Tahun 2010 ke Drop Box.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Trenggalek menyampaikan piagam penghargaan dan hadiah kepada 4 Kepala Desa yang telah berhasil melunasi PBB sebelum jatuh tempo. Keempat Desa tersebut adalah Desa Nglebo dan Desa Wonokerto Kecamatan Suruh, Desa Gading Kecamatan Tugu dan Desa Panggul Kecamatan Panggul.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Trenggalek menyampaikan piagam penghargaan dan hadiah kepada 4 Kepala Desa yang telah berhasil melunasi PBB sebelum jatuh tempo. Keempat Desa tersebut adalah Desa Nglebo dan Desa Wonokerto Kecamatan Suruh, Desa Gading Kecamatan Tugu dan Desa Panggul Kecamatan Panggul.
Acara ini juga dimeriahkan oleh Campur Sari Madya Laras yang dipimpin oleh seniman lokal Trenggalek, Agus Sarundeng [okt].
