Dalam beberapa kesempatan termasuk saat pelantikan Kepala Desa Ngadirenggo Kec. Pogalan tanggal 2 Maret 2011 yang lalu, Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena perbaikan infrastruktur jalan tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Hal itu disebabkan terbatasnya anggaran yang tersedia, sedangkan jalan yang harus ditangani sangat panjang, yakni lebih dari 880 Km. dan sebagian besar rusak. Apalagi beberapa waktu terakhir banyak jembatan yang putus akibat bencana alam, tambah Bupati.
Menyikapi hal tersebut, agar roda perekonomian masyarakat tidak terlalu terganggu, menurut Bupati yang diprioritaskan adalah perbaikan jembatan dulu. Sedangkan untuk jalan yang rusak, akan diperbaiki dulu yang tingkat kerusakannya sangat parah. Kalau jembatan yang putus tidak segera diperbaiki, maka akan sangat menghambat lalu lintas masyarakat. Sedangkan untuk jalan, sejelek-jeleknya jalan tentu masih bisa dilalui. Oleh karena itu, Bupati mohon pengertian masyarakat.
Agar anggaran yang tersedia bisa untuk memperbaiki jalan secara optimal, [semakin panjang ruas jalan rusak yang bisa diperbaiki] , Bupati telah menugaskan Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Trenggalek untuk merubah perencanaan. Perbaikan jalan tidak harus dengan asphalt hotmix, namun cukup dengan lapisan penetrasi (lapen), agar lebih hemat sehingga semakin panjang ruas jalan yang bisa ditangani. Apalagi untuk jalan-jalan yang lokasinya sangat jauh dari Asphalt Mixing Plant (AMP), seperti Kecamatan Panggul dan Munjungan, akan lebih tepat dengan lapen. Karena bila dipaksakan dengan asphalt hotmix, maka ketika truk pengangkut asphalt sampai di lokasi, suhu asphat sudah dibawah ambang batas, sehingga hasilnya tidak maksimal atau mudah terkelupas.
Agar anggaran yang tersedia bisa untuk memperbaiki jalan secara optimal, [semakin panjang ruas jalan rusak yang bisa diperbaiki] , Bupati telah menugaskan Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Trenggalek untuk merubah perencanaan. Perbaikan jalan tidak harus dengan asphalt hotmix, namun cukup dengan lapisan penetrasi (lapen), agar lebih hemat sehingga semakin panjang ruas jalan yang bisa ditangani. Apalagi untuk jalan-jalan yang lokasinya sangat jauh dari Asphalt Mixing Plant (AMP), seperti Kecamatan Panggul dan Munjungan, akan lebih tepat dengan lapen. Karena bila dipaksakan dengan asphalt hotmix, maka ketika truk pengangkut asphalt sampai di lokasi, suhu asphat sudah dibawah ambang batas, sehingga hasilnya tidak maksimal atau mudah terkelupas.
Sedangkan untuk jalan-jalan dan jembatan desa, Bupati meminta agar ditangani oleh Pemerintah Desa, yaitu dengan memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) secara padat karya. Selain itu, Pemkab Trenggalek juga menyediakan bantuan stimulan yang bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa, berupa asphalt maupun semen. Dengan adanya bantuan stimulan ini, diharapkan timbul partisipasi masyarakat untuk ikut memperbaiki infrastruktur desa yang memang perlu diperbaiki [end].