laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

26 Februari 2011

PVMBG : Suara Gelegar Tidak Membahayakan

Bupati Trenggalek dan Ketua Tim dari PVMBG

Fenomena suara gelegar atau dentuman dari dalam tanah yang terdengar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Trenggalek pada pertengahan bulan Pebruari 2011 yang lalu telah disurvey oleh Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika [BMKG] Kantor Geofisika Tretes. Untuk lebih memperjelas fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga meminta bantuan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi [PVMBG] Kementrian ESDM untuk melakukan peneltian.
Tim Peneliti dari PVMBG yang diketuai Dr. Ir. I. Gede Swantika telah datang ke Trenggalek sejak 23 Pebruari 2011 yang lalu dan langsung memasang peralatan seismograph di empat tempat yang berbeda, yaitu Desa Pringapus Kecamatan Dongko, Desa Timahan Kecamatan Kampak, Desa Botoputih Kecamatan Bendungan dan Desa Dukuh Kecamatan Watulimo.
Sabtu pagi, 26 Pebruari 2011 bertempat di Graha Bhawasara Tim Peneliti dari PVMBG memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di hadapan Bupati Trenggalek dan sejumlah wartawan media massa.
Dalam kesempatan tersebut Dr. Gede Swantika menjelaskan bahwa secara geologis wilayah Kabupaten Trenggalek terdiri dari banyak patahan,dan secara geografis bergunung-gunung. Berdasarkan pengamatan lapangan yang telah dilakukan, tidak ada gejala permukaan berupa longsoron maupun rekahan tanah yang disebabkan suaran dentuman. Yang ada adalah bekas longsoran yang terjadi pada tahun 2010, sehingga tidak terkait dengan suara dentuman. Selain itu, peralatan yang dipasang tidak merekam adanya getaran maupun suara dentuman yang signifikan. Suara dentuman sudah mencapai  klimak pada pertengahan Pebruari yang lalu, sehingga sekarang dalam fase penurunan.
Ketika ditanyakan apa sumber suara dentuman, Gede Swantika menjelaskan bahwa suara dentuman itu akibat  adanya benturan/gesekan blok tanah atau blok batuan yang cukup besar yang terjadi di dalam tanah. Karena secara geologis wilayah Kabupaten Trenggalek terdiri banyak patahan. Hal ini dipicu oleh musim hujan yang relatif sepanjang tahun dan adanya gaya tektonik.  Pergeseran blok tanah atau batuan yang diikuti suara gelegar atau dentuman  ini akan terhenti bila kondisi dalam tanah telah mencapai keseimbangan yang baru  atau bila musim kemarau datang. Sedangkan dampak yang ditimbulkan akibat fenomena suara dentuman  ini, menurut Gede Swantika tidak akan menimbulkan bencana yang lebih besar, baik itu gempa bumi yang hebat ataupun gunung berapi. Hal itu berdasarkan kejadian serupa di daerah lain.
            Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT mengucapkan terima kasih kepada lembaga PVMBG Badan Geologi Kementrian  ESDM yang begitu cepat merespon  permintaan Pemkab Trenggalek. Sedangkan kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek Bupati mengharapkan untuk tenang dan tidak resah, namun tetap mewaspadai kondisi lingkungan sekitar. Karena hasil penelitian BMKG maupun PVMBG menyatakan bahwa fenomena suara dentuman yang terjadi  tidak menimbulkan bencana yang lebih besar [ys].

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video