Masyarakat Trenggalek khususnya para rekanan atau para pengusaha jasa konstruksi diharapkan lebih berhati-hati. Pasalnya, beberapa rekanan mengadu kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Trenggalek , Ir. Mokhammad Sholeh, M.M, bahwa mereka merasa telah ditipu oleh pihak yang mengatasnamakan Kepala Dinas BMP tersebut. Bahkan ada salah seorang rekanan yang telah kehilangan uang tunai sebayak Rp 30 juta melalui transfer di bank.
Menurut keterangan Mokhammad Sholeh, modus yang dipakai oleh penipu dalam mengelabui korban ada 2 cara. Pertama, penipu menghubungi korban dengan mengaku sebagai sekretaris pribadi Kepala Dinas BMP. Selanjutnya, korban disuruh menghubungi Kepala Dinas BMP dengan memberikan nomor telepon yang baru. Dalam percakapannya, lanjut Mokhammad Sholeh, Kepala Dinas BMP gadungan mengatakan bahwa dirinya sedang membutuhkan sejumlah uang untuk keperluan istri yang sedang berada di Jakarta untuk mengurus proyek dan meminta korban untuk mengirimkan uang via transfer ke nomor rekening yang diberikan.
Modus kedua, penipu menghubungi korban secara langsung tanpa melalui perantara. Namun cerdiknya, di ponsel korban ketika ada telepon masuk secara otomatis tertulis dengan nama Mokhammad Sholeh, sehingga tanpa dicek terlebih dahulu korban langsung saja percaya, padahal sebetulnya nomornya berbeda dengan yang asli. Dengan alasan yang sama penipu meminta korban mengirimkan sejumlah uang. Untungnya, beberapa rekanan mengkorfirmasi secara langsung kepada Mokhammad Sholeh kebenaran telepon tersebut, sehingga terkuaklah penipuan ini.
Dari kedua modus tersebut, hal yang mengherankan adalah si penipu mengetahui secara pasti keberadaan dan kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Dinas BMP. Selain itu, menurut keterangan rekanan yang menjadi korban, suara dari penipu juga persis dengan suara Mokhammad Sholeh. Sehingga dalam percakapan, para korban tidak menaruh curiga sama sekali kepada penipu.
Untuk mencegah bertambahnya korban penipuan yang serupa, Mokhammad Sholeh telah berupaya untuk memberikan informasi mengenai penipuan ini khususnya kepada para rekanan sehingga diharapkan penipuan dengan modus yang sama ini tidak akan terulang [#].